PARADAPOS.COM - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah melancarkan serangan pertahanan diri tambahan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu, 10 Juni 2026, atas perintah langsung Presiden Donald Trump. Serangan ini merupakan eskalasi terbaru dalam siklus ketegangan yang dimulai sejak akhir Februari lalu, dipicu oleh baku tembak antara Iran dan koalisi Israel-AS. Langkah militer ini diambil setelah Iran menembak jatuh sebuah helikopter Apache milik AS awal pekan ini, memicu respons balasan dari Washington.
Serangan Dini Hari dan Klaim CENTCOM
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di platform X, CENTCOM menyebutkan bahwa operasi tersebut dimulai pukul 17.15 waktu setempat. “Pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan serangan pertahanan diri tambahan hari ini terhadap beberapa target di Iran atas arahan Panglima Tertinggi,” tulis pernyataan itu.
Mereka menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons langsung atas apa yang disebut sebagai agresi Iran yang terus berlanjut. “Serangan tersebut sebagai tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan,” ungkap CENTCOM.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth telah memberikan sinyal kuat mengenai operasi ini. Dalam keterangan persnya di Pangkalan Angkatan Udara MacDill, Tampa, Florida, ia menyampaikan bahwa serangan akan difokuskan pada fasilitas-fasilitas utama di Iran. “Komando Pusat akan sibuk malam ini karena Presiden Trump mengatakan kita akan menyerang Iran dengan keras, dan kita akan melakukannya,” ujar Hegseth kepada wartawan.
Ledakan di Iran Selatan dan Target Sipil
Di sisi lain, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa lima proyektil musuh menghantam sebuah lokasi di daerah Kargan, kota Minab, di Iran selatan. Laporan ini muncul saat aktivitas pertahanan udara Iran masih berlangsung intensif.
“Lima proyektil musuh menghantam sebuah lokasi di daerah Kargan di kota Minab di Iran selatan,” ujar media pemerintah Iran.
Ledakan juga terdengar di Bandar Abbas, sementara media lokal melaporkan aktivitas pertahanan udara dan suara ledakan di Jask, Qeshm, dan Sirik, yang semuanya berada di Provinsi Hormozgan. Wilayah-wilayah ini dikenal sebagai kawasan strategis yang dekat dengan Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi pasokan energi global.
Konteks Ketegangan yang Berkepanjangan
Keputusan Trump untuk meningkatkan serangan ini tidak terjadi begitu saja. Ketegangan regional telah memanas sejak 28 Februari, ketika serangan gabungan Israel dan AS terhadap Iran memicu siklus konfrontasi militer yang berlarut-larut. Insiden penembakan helikopter Apache oleh Iran awal pekan ini menjadi pemicu langsung bagi serangan balasan yang baru saja dilancarkan.
Dari lapangan, laporan yang masuk masih simpang siur mengenai skala kerusakan dan jumlah korban. Namun, yang jelas, eskalasi ini menandai babak baru dalam konflik yang telah menelan banyak korban dan memperumit situasi diplomatik di kawasan Timur Tengah.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Men I Trust Pastikan Konser di Jakarta pada November 2026, Tiket Mulai Rp518 Ribu
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Diperiksa Tujuh Jam, Bantah Tuduhan Umrah Gratis
Iran Serang Pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain, Balas Aksi Militer Washington di Selat Hormuz
Antrean Tiket Konser BTS di Jakarta: Sesi General Onsale Dibuka Hari Ini, Penggemar Bersaing untuk Kesempatan Terakhir