Bapanas dan Pemerintah Daerah Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran di Kebumen

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 23:00 WIB
Bapanas dan Pemerintah Daerah Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran di Kebumen

PARADAPOS.COM - Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara aktif menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan jelang Idul Fitri 1447 Hijriah, salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Program ini dirancang untuk memastikan masyarakat dapat mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau di tengah periode yang biasanya ditandai peningkatan permintaan.

Kolaborasi Kunci Stabilitas Harga

Dalam pelaksanaannya, Bapanas tidak bekerja sendiri. Kegiatan di Kebumen ini merupakan hasil sinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat serta keterlibatan komunitas, seperti Alumni SMAN 1 Kebumen Angkatan 1996. Pendekatan kolaboratif ini dinilai krusial untuk mengendalikan pasar.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menegaskan bahwa pengendalian pasokan dan harga memerlukan usaha bersama. "Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," jelasnya.

Dukungan dari Seluruh Pihak

Maino lebih lanjut menggarisbawahi bahwa stabilitas pangan adalah tanggung jawab kolektif. Ia mengutip pernyataan Gubernur Jawa Tengah yang menekankan pentingnya dukungan semua pihak.

"Tadi Pak Gubernur Jawa Tengah juga menyampaikan Jawa Tengah tidak bisa sendiri, perlu dukungan dari seluruh kabupaten/kota, apalagi di tingkat nasional, perlu dukungan semua stakeholder terkait," tambahnya.

Sinergi lintas sektor—mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, BUMN, hingga produsen di tingkat petani—dianggap sebagai kunci menghadapi fluktuasi permintaan selama momen Ramadan dan Lebaran.

Apresiasi dan Komitmen Pemerintah Daerah

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang memantau pelaksanaan GPM secara virtual di 35 wilayah, memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, program semacam ini menjadi model efektif untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Ini menjadi model bagi kita semua agar keterjangkauan harga ini bisa dijangkau oleh masyarakat kita," ujar Ahmad Luthfi.

Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan komitmennya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan menjaga ketersediaan pangan. Ia memastikan stok bahan pokok dalam kondisi aman dan meminta masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.

Rangkaian Program dan Manfaat Langsung

GPM bukanlah program insidental. Data hingga awal Maret 2026 mencatat kegiatan ini telah dilaksanakan ribuan kali di seluruh Indonesia, melibatkan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta unsur masyarakat dan swasta.

Dalam pelaksanaan di Kebumen, manfaat yang diterima warga cukup konkret. Selain harga sejumlah komoditas yang dijual di bawah pasaran—seperti beras, minyak goreng, telur, dan daging ayam—masyarakat juga mendapat kupon potongan harga yang dapat digunakan langsung saat berbelanja, memberikan keringanan tambahan di saat yang tepat.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar