BGN Jadikan Satuan Pelayanan Gizi sebagai Ujung Tombak Komunikasi Program Makan Bergizi Gratis

- Minggu, 08 Maret 2026 | 04:25 WIB
BGN Jadikan Satuan Pelayanan Gizi sebagai Ujung Tombak Komunikasi Program Makan Bergizi Gratis

PARADAPOS.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) menempatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai ujung tombak dalam membentuk citra publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu, BGN menekankan bahwa komunikasi publik yang efektif dan pengelolaan informasi yang baik sangat krusial untuk memastikan program strategis ini dipahami dengan tepat oleh masyarakat luas, sekaligus menjaga legitimasi dan dukungan publik.

SPPG Sebagai Representasi Program di Lapangan

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menjelaskan bahwa interaksi langsung antara SPPG dan warga akan sangat menentukan persepsi terhadap program secara keseluruhan. Menurutnya, unit pelayanan ini berfungsi sebagai wajah dan suara dari MBG di tengah komunitas.

"SPPG adalah garda terdepan sekaligus representasi Program MBG di masyarakat. Apa yang dilihat dan dirasakan masyarakat dari aktivitas SPPG akan membentuk persepsi publik terhadap program secara keseluruhan," ungkap Hidayati.

Strategi Komunikasi untuk Menangkal Isu

Mengingat skala nasional program ini dan banyaknya pihak yang terlibat, BGN mengakui potensi munculnya berbagai isu yang dapat memengaruhi opini publik. Untuk mengantisipasinya, BGN secara berkelanjutan memberikan pelatihan strategi komunikasi yang terencana kepada seluruh SPPG. Pelatihan ini mencakup perencanaan pesan yang faktual, pemilihan media yang sesuai dengan sasaran, hingga evaluasi efektivitas penyampaian informasi.

Lebih dari itu, ditekankan pula pentingnya konsistensi pesan dengan kebijakan pusat, koordinasi internal yang kuat, dan transparansi yang proporsional dalam menanggapi setiap perkembangan di ruang publik.

Respons Cepat dan Terkoordinasi Jadi Kunci

Hidayati menambahkan, kecepatan dan ketepatan respons komunikasi sangat vital, terutama ketika muncul isu di lapangan. Momen 24 hingga 48 jam pertama setelah sebuah isu muncul sering kali menjadi penentu dalam pembentukan narasi publik.

"Komunikasi yang baik bukan hanya menyampaikan informasi, melainkan juga menjaga kepercayaan publik. Respons yang cepat, faktual, dan terkoordinasi menjadi kunci agar isu dapat dikelola dengan baik dan tidak berkembang menjadi krisis komunikasi," tegasnya.

Dengan pendekatan ini, BGN berupaya memperkuat fondasi Program MBG yang bertujuan meningkatkan status gizi anak sekolah dan kelompok rentan, tidak hanya melalui intervensi gizi langsung, tetapi juga melalui membangun kepercayaan yang berkelanjutan dari masyarakat.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar