NPC Jakarta Pusat Beri Penghargaan pada Atlet Peraih Emas ASEAN Para Games 2026

- Minggu, 08 Maret 2026 | 19:25 WIB
NPC Jakarta Pusat Beri Penghargaan pada Atlet Peraih Emas ASEAN Para Games 2026

PARADAPOS.COM - Komite Paralimpik Nasional (NPC) Jakarta Pusat memberikan penghargaan kepada dua atletnya yang berjaya di ASEAN Para Games 2026 di Thailand. Apresiasi berupa uang penghargaan diserahkan dalam sebuah acara buka puasa bersama, sebagai bentuk dukungan dan motivasi bagi atlet-atlet penyandang disabilitas untuk terus berprestasi di kancah nasional dan internasional.

Pemicu Semangat bagi Generasi Penerus

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Suku Dinas Pemuda dan Olahraga Jakarta Pusat, Hendra Eka Permana, menekankan pentingnya peran para peraih medali sebagai inspirasi. Ia berharap pencapaian mereka dapat memacu atlet-atlet muda lainnya.

"Harapan saya ini bisa menjadi pemicu semangat para atlet-atlet kita, atlet-atlet pelajar maupun atlet-atlet yang masih junior untuk bisa juga dapat prestasi sebagaimana Bang Komet dan Bang Kholidin," ucapnya di Kantor KONI Provinsi DKI Jakarta.

Hendra juga menyampaikan optimisme terhadap kontingen atlet dari wilayahnya. "Dilihat dari capaian prestasi yang selama ini diperoleh oleh Jakarta Pusat saya yakin dan saya berharap atlet-atlet kita bisa terus berprestasi, baik itu di ajang nasional maupun internasional," tambahnya.

Kontribusi Emas dari Tenis Meja dan Panahan

Kontingen Jakarta Pusat menyumbang total enam medali untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2026. Kontribusi terbesar datang dari dua atlet: para-atlet tenis meja Komet Akbar dan para-atlet panahan Kholidin. Masing-masing dari mereka membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak.

Komet Akbar meraih emas di nomor Tunggal Putra TT10 dan Ganda Putra TT18, serta perak di nomor Ganda Campuran TT20. Sementara itu, Kholidin berhasil mendominasi cabang panahan dengan merebut emas di nomor Perorangan Recurve Open Putra dan Ganda Putra Recurve Open, ditambah satu perak dari nomor Beregu Campuran Recurve Open. Prestasi kolektif atlet panahan Indonesia ini bahkan mengantarkan tim menjadi juara umum cabang olahraga tersebut.

Apresiasi Merata Hingga ke Tingkat Pelajar

Penghargaan tidak hanya diberikan untuk prestasi di tingkat ASEAN. NPC Jakarta Pusat juga mengapresiasi para atlet pelajar yang berkompetisi dalam Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) 2025. Pada ajang tersebut, kontingen DKI Jakarta berhasil menempati posisi ketiga dengan perolehan 11 emas, 15 perak, dan 14 perunggu.

"Kita juga memberikan apresiasi kepada para atlet-atlet pelajar, PEPARPENAS yang kemarin juga terus serta dalam ajang PEPARPENAS di DKI Jakarta," jelas Hendra.

Dukungan Berkelanjutan Menuju Ajang Asia

Usai menerima penghargaan, Komet dan Kholidin langsung bersiap untuk tahap pembinaan berikutnya. Keduanya akan terbang ke Solo untuk mengikuti pemusatan latihan nasional, mempersiapkan diri menghadapi Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Hendra menegaskan bahwa komitmen pemerintah provinsi dalam pembinaan atlet disabilitas berjalan secara berkesinambungan. "Kalau kita bicara secara umum Pemprov DKI Jakarta memberikan hibah kepada NPC DKI Jakarta itu untuk pembinaan dan juga untuk pemberian penghargaan para atlet-atlet disabilitas," tuturnya.

Dukungan tersebut tidak hanya berupa insentif finansial, tetapi juga mencakup penyediaan fasilitas latihan yang memadai untuk mendukung kemajuan dan performa para atlet dalam jangka panjang.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Bodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Tayang: Jumat, 14 Februari 2025 17:55 WIB Tribun XBaca tanpa iklan Editor: Desy Selviany zoom-inBodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Kompas.com/ Acep Nazmudin A-A+ KADES KOHOD ARSIN -- Kepala Desa Kohod, Arsin saat meninjau area laut yang memiliki SHGB dan SHM, di Desa Kohod, kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (24/1/2025) (foto kiri) dan (kanan) suasana kediaman Kepala Desa Kohod, Arsin di Kampung Kohod, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/1/2025). 400 warga Desa Kohod memburu Arsin yang kini tidak diketahui keberadaannya usai rumahnya digeledah Bareskrim. (Acep Nazmudin/ Kompas.com ) WARTAKOTALIVE.COM - Saking percaya diri dengan majikannya Kepala Desa Kohod, Arsin, seorang bodyguard atau Paspamdes disebut hingga sesumbar rela potong leher. Sesumbar seorang bodyguard Kepala Desa Kohod Arsin itu diceritakan oleh Henri Kusuma, penasihat hukum warga korban pagar laut seperti dimuat Tribunnews.com melalui BangkaPos Jumat (13/2/2025). Henri Kusuma mengungkapkan peringai Arsin bak Raja apabila berhadapan dengan rakyat jelata di Desa Kohod, Kabupaten Tangerang, Banten. Sejak menjabat pada 2021, Arsin dikenal sebagai sosok yang arogan dan tak segan memaksa warga untuk mengikuti perintahnya. Jika tidak diikuti, Arsin tak segan mengerahkan preman hingga tukang pukul. Di mata warga Kohod, Arsin seperti monster. Apapun yang dia bilang harus diikuti warga. Arogan, kata Henri Kusuma. Saking arogannya, Arsin sangat percaya diri tidak akan bisa ditangkap oleh siapapun dalam kasus pagar laut ini. BERITA TERKAIT Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara - TribunnewsTribunnews.com Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi - TribunnewsTribunnews.com Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka - TribunnewsTribunnews.com Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi - TribunnewsTribunnews.com Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement - TribunnewsTribunnews.com Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok - TribunnewsTribunnews.com Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda - TribunnewsTribunnews.com Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat - TribunnewsTribunnews.com Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat Hal itu juga dikatakan oleh Arsin dan para antek-anteknya saat menemui Henri dan tim beberapa waktu yang lalu. Bahkan dia menantang Presiden untuk menangkapnya usai polemik pagar laut mencuat ke publik. Baca juga: Pengacara Kades Kohod Tegas Membantah Arsin Palsukan Surat Izin Pagar Laut Tangerang “Dia bilang sambil tangan sambil menepuk dada kiri, ‘Enggak ada yang bisa penjarain gue, sekalipun presiden.’ Itu yang dia katakan,” ujar Henri menirukan ucapan Arsin. Tidak hanya Arsin, para pengawalnya pun bersikap penuh percaya diri. Bahkan seorang Bodyguard Arsin menantang potong leher apabila majikannya tertangkap. Bodyguard-nya bilang begitu juga, Iris kuping gue kalau Arsin (bisa) ketangkap. Eh, jangan kuping deh, tapi leher aja, kalau kuping gue belum mati. Itu kata paspamdesnya tuh, kata Henri sembari menirukan ucapan anak buah Arsin. Sebelum masalah pagar laut ini muncul, Henri mengatakan dua orang suruhan Arsin sempat mendatanginya dan meminta agar masalah ini tidak dibawa lebih jauh, bahkan menawarkan ganti rugi tanah warga yang terdampak. Namun, setelah laporan banyak yang masuk, Arsin dan sekretaris desanya, Ujang Karta, justru menghindar dan menolak bertemu. Ketika saya ajak ketemu, mereka tidak mau. Kami sudah lapor ke banyak tempat. Saya bilang, sudah terlambat, sebentar lagi Arsin akan jadi tersangka, tegas Henri. Hingga berita diturunkan, Tribunnews.com belum mendapatkan konfirmasi Arsin dan masih berusaha meminta tanggapan dari Arsin perihal pengakuan dari Henri Kusuma ini

Terkini