PARADAPOS.COM - Sejumlah komoditas pangan pokok mengalami kenaikan harga pada Kamis, 23 April 2026. Data resmi menunjukkan lonjakan pada cabai merah, daging sapi, gula pasir, dan minyak goreng. Namun, di tengah tren naik tersebut, beberapa bahan seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, serta daging dan telur ayam justru tercatat turun harganya.
Kondisi pasar pangan hari ini memperlihatkan dinamika yang beragam. Kenaikan dan penurunan harga terjadi hampir bersamaan, menggambarkan kompleksitas faktor yang mempengaruhi pasokan dan permintaan di tingkat nasional.
Komoditas yang Mengalami Kenaikan
Berdasarkan pantauan terhadap data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, cabai merah besar tercatat naik 4,67 persen menjadi Rp48.200 per kilogram. Kenaikan serupa juga menyentuh cabai merah keriting, yang merangkak naik 3,44 persen ke level Rp46.600 per kg.
Di kelompok protein, harga daging sapi kualitas I naik tipis 0,14 persen menjadi Rp147.900 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas II juga bergerak naik 0,04 persen, dijual rata-rata Rp139.850 per kg.
Kenaikan turut terjadi pada bahan pokok lain. Gula pasir premium naik 0,25 persen menjadi Rp20.250 per kg, dan gula pasir lokal meningkat 0,26 persen menjadi Rp19.200 per kg. Minyak goreng, baik curah maupun kemasan, juga menunjukkan tren serupa.
Minyak goreng curah naik 0,74 persen menjadi Rp20.450 per liter. Untuk produk kemasan, minyak goreng bermerek I naik 0,85 persen ke Rp23.600 per liter, sedangkan bermerek II naik 0,89 persen menjadi Rp22.700 per liter. Beras kualitas super II ikut terdongkrak 0,3 persen menjadi Rp16.900 per kg.
Komoditas yang Justru Turun
Berbeda dengan tren umum, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga yang cukup menarik. Bawang merah turun 0,43 persen menjadi Rp46.200 per kg, sementara bawang putih menyusut 0,25 persen menjadi Rp39.750 per kg.
Penurunan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah, yang harganya anjlok 10,55 persen menjadi Rp66.100 per kg. Cabai rawit hijau juga turun, meski lebih moderat, sebesar 2 persen menjadi Rp49.000 per kg.
Di sektor protein hewani lainnya, harga daging ayam ras segar tercatat turun 2,72 persen menjadi Rp39.400 per kg. Telur ayam ras segar juga mengalami penurunan sebesar 0,93 persen, dijual rata-rata Rp32.050 per kg.
Stabilitas Harga pada Beberapa Jenis Beras
Di tengah fluktuasi yang terjadi, sejumlah jenis beras justru menunjukkan stabilitas harga yang baik. Beras kualitas super I dan beras kualitas bawah II, misalnya, bertahan di harga Rp14.550 per kg.
Beras kualitas medium I dan II masing-masing stabil di Rp16.100 dan Rp15.950 per kg. Sementara itu, beras dengan kualitas super I lainnya tetap tidak berubah di harga Rp17.350 per kg. Stabilitas ini setidaknya memberikan sedikit kepastian bagi konsumen di tengah gejolak harga komoditas lainnya.
Pergerakan harga yang beragam ini mengindikasikan bahwa tekanan inflasi tidak merata di semua sektor pangan. Analisis mendalam terhadap faktor pasokan, distribusi, dan permintaan di setiap komoditas diperlukan untuk memahami pola yang terbentuk.
Artikel Terkait
Mendagri Tito Dorong Sumut Perkuat Ekonomi Berbasis Data dan Kendalikan Inflasi
Gaikindo Sambut Keputusan BI Tahan Suku Bunga, Harap Penjualan Mobil Segera Pulih
Ganjil-Genap Jakarta Ditiadakan pada Hari Buruh 1 Mei 2026
Kisaran Biaya dan Prosedur Pembuatan Surat Keterangan Sehat untuk Lamaran Kerja