PARADAPOS.COM - Pemerintah secara resmi meluncurkan Program Bedah 15.000 Rumah yang menyasar kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di 17 provinsi. Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Tito Karnavian, mengumumkan program ini pada Jumat, 24 April 2026, sebagai langkah konkret untuk menghadirkan keadilan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan.
Lokasi dan Sasaran Program
Program ini tidak menyebar secara merata, melainkan difokuskan pada titik-titik strategis. Dari 17 provinsi yang tercakup, pemerintah telah memilih 40 kabupaten dan kota yang berada di garis perbatasan. “Dan kita pilihkan 40 kabupaten kota yang strategis di perbatasan, dan kemudian itu mencakup 17 provinsi,” jelas Tito dalam keterangannya.
Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan geografis dan demografis, memastikan bahwa bantuan benar-benar menjangkau wilayah yang selama ini kurang tersentuh pembangunan.
Meningkatkan Nasionalisme dan Ketahanan Wilayah
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program ini memiliki dimensi strategis. Tito menegaskan bahwa penyediaan rumah layak huni di perbatasan diharapkan mampu memperkuat rasa nasionalisme warga. Dengan hunian yang layak, masyarakat diharapkan lebih sejahtera dan secara otomatis menjadi benteng pertahanan alami dari pengaruh asing.
“Selama ini belum ada program yang benar-benar besar dan ril untuk daerah perbatasan,” ujar Tito.
Ia menambahkan, kesejahteraan masyarakat di perbatasan akan menciptakan buffer zone atau zona penyangga yang kuat bagi kedaulatan negara.
Evaluasi Langsung dan Peningkatan Target
Awalnya, pemerintah hanya mengalokasikan 10.000 unit rumah untuk program ini. Namun, angka tersebut berubah setelah para pejabat melakukan peninjauan langsung ke lapangan. “Dua minggu lalu kita cek langsung ke layakan tempat perbatasan, langsung kita naikan jadi 15.000,” ungkap Tito.
Kunjungan tersebut memperlihatkan kondisi riil yang memprihatinkan, sehingga pemerintah memutuskan untuk menambah jumlah unit secara signifikan. Keputusan ini menunjukkan respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan di lapangan.
Integrasi dengan Target Nasional
Program Bedah 15.000 Rumah ini merupakan bagian dari target nasional yang lebih besar, yaitu pembangunan dan renovasi 400.000 rumah pada tahun 2026. Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya pemerintah hanya berhasil merealisasikan 45.000 unit. Angka ini menunjukkan adanya lonjakan target yang cukup drastis.
Verifikasi Data dan Tahapan Selanjutnya
Agar penyaluran bantuan tepat sasaran, pemerintah akan menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Proses verifikasi data tengah berlangsung, dan pemerintah menargetkan pelaksanaan program dimulai dalam waktu dekat setelah semua tahapan administrasi rampung. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa tidak ada rumah yang terlewat atau salah sasaran.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Tekanan Geopolitik dan Fiskal, Terancam Tembus Rp17.400
Indonesia dan Inggris Luncurkan Program Kemitraan Maritim Senilai 5 Miliar Pound, Targetkan Modernisasi 1.582 Kapal Perikanan
Polda Metro Jaya Periksa Pelapor Feri Amsari dengan 20 Pertanyaan soal Dugaan Hoaks Swasembada Pangan
Fadli Zon Dorong Kemitraan Strategis Indonesia-Prancis di Bidang Kebudayaan