PARADAPOS.COM - Polisi masih memburu pengendara motor yang kabur setelah menabrak mantan Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigjen Pol (Purn) Raziman Tarigan, hingga tewas di Jalan Melati Raya, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatra Utara. Peristiwa tabrak lari yang terjadi pada Rabu (22/4/2026) itu menewaskan pensiunan jenderal bintang satu tersebut di lokasi kejadian.
Kronologi Insiden di Medan
Peristiwa nahas itu berlangsung ketika Raziman Tarigan tengah mengendarai sepeda motor jenis ATV. Ia melaju dari arah barat Simpang Pemda menuju arah timur. Tanpa diduga, dari arah belakang, sebuah sepeda motor lain menabrak kendaraan yang dikendarainya.
"Penabraknya kabur usai kejadian dan saat ini masih dalam proses penyelidikan," jelas Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo.
Tabrakan tersebut membuat korban kehilangan kendali. Tubuhnya terhempas keras ke aspal. Benturan di bagian kepala menjadi luka yang paling serius.
Luka Parah dan Upaya Penyelamatan
Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tim medis menemukan luka robek di pelipis kanan serta bagian belakang kepala yang cukup parah. Kondisi itu membuatnya kehilangan kesadaran.
"Korban sempat kehilangan kesadaran dan tim medis telah berupaya memberikan pertolongan, namun nyawanya tidak terselamatkan," ungkap Sri Lestari.
Meski mendapat penanganan cepat, nyawa mantan perwira tinggi Polri itu tidak tertolong.
Penyelidikan dan Pemburuan Pelaku
Saat ini, penyidik dari Satlantas Polrestabes Medan masih melakukan penyelidikan secara intensif. Sejumlah barang bukti telah diamankan dari lokasi kejadian. Petugas juga memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar tempat kejadian perkara.
"Penyidik masih melakukan penyelidikan intensif dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku," tuturnya.
Proses identifikasi terus berlangsung. Pihak kepolisian berharap rekaman tersebut dapat mengungkap ciri-ciri pelaku maupun nomor polisi kendaraan yang digunakan.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Ustaz Khalid Basalamah Usai Diperiksa KPK: Saya Saksi, Bukan Tersangka
Empat WNA China Dideportasi dari Gorontalo karena Bawa Sampel Tanah dari Area Tambang di Buol
BGN Klarifikasi Angka 19 Ribu Ekor Sapi per Hari Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil MBG
Menteri Keuangan Usul Pajak Kapal di Selat Malaka, Rocky Gerung: Itu Tanda Kepanikan Fiskal