Likuiditas Ekonomi Indonesia Menguat, M2 Tumbuh 9,7% pada Maret 2026

- Kamis, 23 April 2026 | 06:50 WIB
Likuiditas Ekonomi Indonesia Menguat, M2 Tumbuh 9,7% pada Maret 2026

PARADAPOS.COM - Likuiditas perekonomian Indonesia menunjukkan akselerasi pada Maret 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 9,7 persen secara tahunan (yoy), melampaui pertumbuhan bulan sebelumnya. Posisinya mencapai Rp10.355,1 triliun, didorong oleh peningkatan tagihan kepada pemerintah dan penyaluran kredit yang tetap stabil.

Percepatan Pertumbuhan Uang Beredar

Data resmi yang dirilis BI mengonfirmasi tren penguatan likuiditas. Pertumbuhan M2 sebesar 9,7 persen (yoy) pada Maret itu lebih tinggi dibandingkan capaian Februari 2026 yang sebesar 8,7 persen (yoy). Perkembangan ini tidak terlepas dari kontribusi dua komponen utama.

Pertama, uang beredar sempit (M1) yang mencakup uang kartal dan giro, tercatat melesat 14,4 persen (yoy). Kedua, komponen uang kuasi seperti tabungan dan deposito berjangka, tumbuh 5,2 persen (yoy). Kombinasi keduanya mencerminkan dinamika likuiditas yang bergerak aktif dalam sistem keuangan.

“Pada Maret 2026, M2 tumbuh sebesar 9,7 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Februari 2026 sebesar 8,7 persen (yoy) sehingga mencapai Rp10.355,1 triliun,” jelas Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, dalam keterangan pers di Jakarta.

Dua Penggerak Utama: Pemerintah dan Kredit

Analisis lebih dalam dari bank sentral mengungkap dua faktor pendorong utama di balik angka tersebut. Faktor paling signifikan berasal dari tagihan bersih kepada pemerintah pusat, yang mengalami pertumbuhan sangat tinggi sebesar 39,2 persen (yoy). Angka ini meningkat pesat dari pertumbuhan Februari yang sebesar 25,6 persen (yoy), mengindikasikan aktivitas fiskal yang intensif.

Sementara itu, dari sisi penyaluran kepada sektor swasta, kredit perbankan tumbuh stabil sebesar 8,9 persen (yoy). Pertumbuhan ini konsisten dengan realisasi bulan sebelumnya, menunjukkan bahwa intermediasi perbankan tetap berjalan meski dalam lingkungan moneter yang terus diamati. BI menegaskan bahwa perhitungan kredit ini hanya mencakup pinjaman (loans) yang disalurkan secara langsung oleh bank umum di dalam negeri kepada sektor swasta domestik.

Uang Primer dan Likuiditas Inti

Di level yang lebih dasar, uang primer (M0) adjusted juga terus mengalami ekspansi. Pada Maret 2026, M0 adjusted tumbuh 16,8 persen (yoy), melanjutkan tren dari bulan sebelumnya yang sebesar 18,3 persen (yoy), dengan posisi mencapai Rp2.396,5 triliun.

Pertumbuhan ini terutama dipicu oleh melonjaknya giro bank umum yang ditempatkan di BI adjusted sebesar 41,8 persen (yoy). Di sisi lain, pertumbuhan uang kartal yang diedarkan tercatat lebih moderat di level 8,6 persen (yoy). Perkembangan M0 adjusted ini, seperti dijelaskan BI, telah memperhitungkan dampak dari berbagai kebijakan insentif likuiditas atau pengendalian moneter adjusted yang diterapkan, memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kondisi likuiditas inti di pasar.

Secara keseluruhan, data Maret 2026 ini memberikan sinyal tentang tetap lancarnya aliran dalam perekonomian, dengan peran aktif dari kedua sisi, fiskal dan perbankan, dalam mendorong pertumbuhan likuiditas.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar