PARADAPOS.COM - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Indonesia Construction Architecture Network (ICAN) menggelar forum Building and Construction Business Matching di Kantor Bersama 3, IKN, pada Kamis, 23 April 2026. Acara yang dihadiri sekitar 22 perusahaan konstruksi dan material bangunan ini menjadi ajang pertemuan antara pelaku usaha dengan kebutuhan pembangunan di kawasan Nusantara. Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan komitmen terhadap standar kualitas tinggi, estetika, dan keberlanjutan lingkungan dalam setiap proyek yang dikerjakan.
Forum Kolaborasi untuk Inovasi Konstruksi
Kegiatan business matching ini dirancang sebagai wadah strategis bagi para pelaku industri untuk bertukar gagasan dan memamerkan teknologi terbaru. Suasana di Kantor Bersama 3 pagi itu terlihat sibuk, dengan para perwakilan perusahaan saling berdiskusi di stan-stan yang tersedia. Mereka tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga solusi teknis yang bisa langsung diimplementasikan di lapangan.
Pesan Tegas Basuki: Kualitas dan Tanggung Jawab
Dalam sambutannya, Basuki Hadimuljono menyampaikan pesan yang tegas kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan bahwa membangun IKN bukanlah sekadar proyek biasa, melainkan panggilan hati dan tanggung jawab moral.
“Mari kita saling mendukung, betul-betul kita harus menjiwai untuk bekerja di IKN. Kenapa kita harus bekerja di sini, atas dasar tugas dan hati serta tanggung jawab kita membangun kota ini, jangan main-main, saya ingin kualitas, estetik, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Basuki dengan nada serius.
Ia juga berharap agar pembangunan di Nusantara dapat menjadi tolok ukur bagi infrastruktur di Indonesia, tidak hanya dari segi fisik tetapi juga dari kualitas pelayanan.
“Saya ingin IKN ini menjadi contoh membangun infrastruktur yang lebih baik, saya berterima kasih atas kehadiran bapak, ibu semuanya. Di sini anda tidak hanya menjual produk berkualitas tinggi tetapi menjual pelayanan yang lebih baik,” lanjutnya.
Mendorong Dampak Nyata bagi Masyarakat Sekitar
Di sela-sela forum, Basuki juga menekankan pentingnya kehadiran para pelaku usaha dalam membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Menurutnya, setiap perusahaan yang terlibat harus mampu memberikan dampak sosial yang positif di kawasan sekitar Nusantara.
Teknologi dan Inovasi sebagai Etalase Bangsa
Sementara itu, Deputi Sarana Prasarana OIKN, Aswin G. Sukahar, memberikan perspektif yang menarik tentang peran teknologi dalam pembangunan IKN. Ia menekankan bahwa produk-produk yang digunakan harus terus berkembang dan tidak berhenti pada pencapaian masa lalu.
“Jadi teknologi tidak berhenti dari produk kemarin, tetapi anda memiliki tantangan untuk menghadirkan produk yang lebih baik dari kemarin. IKN ini sebenarnya etalase yang luar biasa. Ini Ibu Kota kita bersama yang kita bisa kembangkan dengan layanan yang lebih baik,” ungkap Aswin.
Lebih lanjut, Aswin menjelaskan bahwa pembangunan di IKN tidak sekadar mengadopsi produk yang sudah ada di pasaran. Para pelaku industri didorong untuk menciptakan solusi yang lebih adaptif, sesuai dengan desain dan standar kualitas kawasan.
Pendekatan ini, menurutnya, menandai transformasi cara kerja industri konstruksi di Indonesia. Fokusnya bukan lagi pada penyediaan infrastruktur semata, melainkan pada inovasi teknologi, jaminan kualitas produk, dan pelayanan prima yang berkelanjutan.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook: Nadiem Hadirkan Tujuh Guru dari Aceh hingga Papua Bantah Dakwaan
Dewan Pers dan Pemerintah Bahas Perlindungan Hak Cipta Karya Jurnalistik di Era Digital
Kejari Palembang Terima Pelimpahan Dua Tersangka Korupsi Penguatan Sistem Kesehatan BPFK
10 Buku Termahal di Dunia, dari Naskah Joseph Smith hingga Catatan Leonardo da Vinci