Indonesia Serukan Penghentian Kekerasan dan Diplomasi Menanggapi Klaim Berakhirnya Operasi Militer AS-Iran

- Kamis, 12 Maret 2026 | 02:50 WIB
Indonesia Serukan Penghentian Kekerasan dan Diplomasi Menanggapi Klaim Berakhirnya Operasi Militer AS-Iran

PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan operasi militer AS terhadap Iran telah mendekati akhir, klaim yang disampaikan di tengah eskalasi konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026. Menanggapi perkembangan ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri kembali menyerukan penghentian kekerasan dan penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Seruan Indonesia untuk Hentikan Kekerasan dan Utamakan Dialog

Merespons pernyataan Trump tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menegaskan posisi konsisten Indonesia. Dalam keterangannya pada Kamis (12/3/2026), Nabyl menyampaikan seruan langsung kepada pihak-pihak yang bertikai.

“Mengenai situasi di Timur Tengah, Indonesia telah menyampaikan sikap yaitu menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran, serta menyerukan kepada Iran untuk menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga di kawasan,” tuturnya.

Penegasan ini bukan sekadar seruan moral, melainkan berdasar pada komitmen kuat terhadap tatanan hukum internasional. Nabyl menekankan bahwa prinsip-prinsip dasar tersebut harus dijunjung tinggi oleh semua pihak, terutama dalam situasi konflik yang mengancam kedaulatan.

“Indonesia juga menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya mengenai larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara,” jelasnya.

Lebih dari sekadar menghentikan tembak-menembak, Indonesia mendorong upaya yang lebih substantif untuk perdamaian jangka panjang. Langkah de-eskalasi dan dialog dinilai sebagai satu-satunya jalan keluar yang berkelanjutan.

“Kita juga mendorong para pihak untuk menahan diri secara maksimal, meredakan ketegangan, serta kembali ke meja perundingan melalui dialog dan diplomasi,” lanjut Nabyl.

Klaim Trump Soal Berakhirnya Perang

Pernyataan yang memicu tanggapan Indonesia itu berasal dari Presiden Donald Trump. Dalam wawancara telepon dengan CBS News dari klub golfnya di Doral, Florida, pada Senin (9/3/2026), Trump menyampaikan optimisme bahwa konflik militer telah hampir berakhir.

“Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya,” kata Trump.

Trump memberikan sejumlah klaim untuk mendukung pernyataannya. Ia menyebut kemampuan militer Iran telah dilumpuhkan secara signifikan oleh serangan gabungan AS dan Israel yang dimulai sejak 28 Februari lalu, sebuah operasi yang dijuluki "Operation Epic Fury".

“Mereka (Iran-red) tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal-rudal mereka tinggal sedikit. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka,” klaim Trump dalam wawancara tersebut.

Ia juga menyoroti kecepatan operasi militer yang melampaui perkiraan awal. Target yang dihancurkan disebutkan telah mencapai angka ribuan hanya dalam minggu pertama.

“Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun yang tersisa. Tidak ada yang tersisa dalam artian militernya,” ucap Trump saat berbicara kepada wartawan CBS News, Weijia Jiang.

Trump menambahkan, “Kita sangat jauh lebih cepat dari jadwal,” merujuk pada perkiraannya sebelumnya bahwa perang akan berlangsung empat hingga lima minggu.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar