PARADAPOS.COM - Arus mudik lebaran di Pelabuhan Merak, Cilegon, mulai mengalami peningkatan signifikan sepegu sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah. Ribuan pemudik, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun berjalan kaki, telah memadati pelabuhan utama penghubung Jawa-Sumatera ini sejak beberapa hari terakhir. Lonjakan awal ini dipicu oleh dimulainya masa libur sekolah dan keinginan masyarakat untuk menghindari kepadatan puncak yang biasanya terjadi di hari-hari terakhir jelang Lebaran.
Data Arus Penyeberangan H-8
Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana di kawasan pelabuhan sudah ramai oleh aktivitas pemudik. Area kantong parkir di sejumlah dermaga dipenuhi kendaraan roda empat yang menunggu giliran naik kapal. Data resmi dari Posko Terpadu Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan Bojonegara (BBJ) mencatat, pada periode 12 Maret 2026 atau H-8 Lebaran, sebanyak 4.364 unit kendaraan roda empat telah menyeberang ke Sumatra. Untuk melayani arus tersebut, operator kapal telah mengerahkan 28 unit kapal feri yang beroperasi di tujuh dermaga yang tersedia.
Strategi Pemudik: Berangkat Lebih Awal
Pilihan untuk memulai perjalanan lebih awal tampak menjadi strategi banyak keluarga. Hal ini tidak lepas dari jadwal libur sekolah yang sudah dimulai, memungkinkan perjalanan mudik dilakukan dengan waktu yang lebih longgar. Seorang pemudik yang ditemui di Pelabuhan Merak pada Sabtu, 14 Maret 2026, mengonfirmasi strategi ini.
"Saya memilih mudik lebih awal karena anak-anak sudah mulai libur sekolah. Jadi kami berangkat sekarang supaya tidak terlalu ramai di pelabuhan," tuturnya.
Pengakuan tersebut merepresentasikan pertimbangan praktis banyak warga yang ingin mengurangi risiko terjebak dalam kemacetan panjang dan antrean yang kerap menyita waktu dan tenaga.
Prediksi Peningkatan Hingga H-1
Dengan pola arus mudik yang terpantau saat ini, diperkirakan jumlah kendaraan dan penumpang yang menyeberang melalui Pelabuhan Merak akan terus bertambah secara bertahap. Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri. Otoritas pelabuhan dan pihak terkait tampaknya telah mengantisipasi gelombang ini dengan penyiapan armada kapal dan pengaturan lajur kendaraan sejak dini, meskipun tantangan logistik penyeberangan pada musim mudik selalu menjadi perhatian serius.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Imbau Pengunjung Taman Bendera Pusaka Beralih ke Transportasi Umum
Operasi Damai Cartenz Amankan Jaringan Pemasok Senjata untuk KKB di Papua
Kemenhaj Awasi Pemulangan 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia dari Arab Saudi
Pemkab Cirebon Identifikasi 10 Titik Rawan Macet di Jalur Pantura Jelang Mudik 2026