Terminal Malalayang Catat Lonjakan Penumpang Mudik Lebaran 55 Persen

- Senin, 23 Maret 2026 | 13:50 WIB
Terminal Malalayang Catat Lonjakan Penumpang Mudik Lebaran 55 Persen

PARADAPOS.COM - Terminal Tipe A Malalayang, Manado, mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah penumpang selama arus mudik Lebaran 2026. Berdasarkan data resmi dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Utara, terjadi kenaikan hingga 55 persen dibandingkan volume penumpang pada periode serupa tahun 2025. Puncak arus keberangkatan terjadi pada 16 Maret, dengan tujuan utama para pemudik menuju Gorontalo dan Palu.

Peningkatan Armada dan Dominasi Rute

Untuk mengantisipasi gelombang pemudik, pihak otoritas transportasi menambah jumlah kendaraan yang beroperasi. Dalam keterangannya, Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Utara, Alexander Perdana, memaparkan bahwa selama masa angkutan Lebaran, terminal memberangkatkan antara 8 hingga 13 armada setiap harinya. Angka ini juga menunjukkan peningkatan sekitar 55 persen dibandingkan dengan operasi harian di luar periode puncak.

Alexander Perdana menjelaskan, "Kurang lebih ada kenaikan 55 persen dibandingkan dengan Lebaran tahun 2025, dengan kota tujuan Gorontalo dan Palu yang paling banyak. Semasa Lebaran ini, kurang lebih ada 8 sampai 13 armada di setiap harinya yang diberangkatkan."

Kendala yang Berhasil Diatasi

Meski arus lancar, operasional sempat mengalami gangguan. Alexander mengakui adanya kendala antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang sempat memicu keterlambatan jadwal keberangkatan. Namun, situasi tersebut diklaim telah berhasil ditangani dengan cepat. Kini, pelayanan di terminal telah kembali normal tanpa hambatan berarti.

Komitmen untuk menjaga kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas. Pihak BPTD menegaskan fokus mereka pada pelayanan prima selama masa angkutan Lebaran berlangsung, memastikan perjalanan mudik masyarakat dapat berjalan dengan aman dan tertib.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar