PARADAPOS.COM - Tiga film Indonesia yang baru dirilis pada Kamis (7/5) gagal mencuri perhatian di box office nasional pada hari pertama penayangan. The Bell: Panggilan Untuk Mati, Ain, dan Shaka OH Shaka harus mengakui keunggulan film-film lama yang masih mendominasi daftar penonton terbanyak. Berdasarkan data Cinepoint, The Bell menjadi yang terbaik di antara pendatang baru dengan sekitar 27 ribu penonton, namun angka itu masih jauh di bawah standar kesuksesan film horor Tanah Air yang belakangan sering meledak.
Debut Film Baru Masih Tersendat
Film horor garapan Jay Sukmo, The Bell: Panggilan Untuk Mati, tayang di 617 showtimes dan berhasil mengumpulkan lebih dari 27 ribu penonton. Meskipun menjadi yang tertinggi di antara ketiga film anyar, capaian ini dinilai belum cukup kuat. Dalam beberapa tahun terakhir, film horor Indonesia kerap mencetak rekor penonton yang fantastis di hari pertama, membuat angka tersebut terasa biasa saja.
Sementara itu, Ain yang sebelumnya disebut-sebut berpotensi mengikuti jejak kesuksesan film horor populer lainnya, hanya mampu meraih sekitar 17 ribu lebih penonton. Harapan besar yang sempat disematkan pada film ini seolah belum terwujud di hari pertama.
Nasib paling berat dialami oleh Shaka Oh Shaka. Film yang dibintangi Kiesha Alvaro ini hanya menarik sekitar 12 ribu lebih penonton pada hari pembukaannya. Angka tersebut menjadi yang terendah di antara ketiga film baru.
Film Lama Masih Kokoh di Puncak
Persaingan di bioskop masih dikuasai oleh film-film yang sudah tayang lebih dulu. Posisi puncak box office harian ditempati Mortal Kombat II dengan raihan lebih dari 53 ribu penonton. Film ini sukses mempertahankan momentumnya sejak pertama kali tayang pada Rabu (6/5) lalu.
Di posisi kedua, Ghost in the Cell masih menunjukkan performa impresif. Meski sudah memasuki minggu ketiga penayangannya, film ini berhasil menambah lebih dari 51 ribu penonton. Daya tariknya seolah belum surut.
Sementara itu, film horor asal Korea berjudul Salmokji: Whispering Water juga tampil perkasa dengan meraih hampir 28 ribu penonton. Angka tersebut bahkan masih lebih tinggi dari capaian The Bell.
Harapan di Akhir Pekan
Ketiga film Indonesia baru tersebut masih memiliki peluang untuk bangkit. Momentum libur akhir pekan diprediksi bisa menjadi penyelamat. Biasanya, jumlah penonton bioskop melonjak signifikan pada hari Sabtu dan Minggu, memberikan kesempatan bagi film-film ini untuk mengejar ketertinggalan.
Namun, jika tren penonton tidak bergerak naik secara berarti, usia ketiga film ini di bioskop diprediksi tidak akan panjang. Apalagi, pertengahan pekan depan sudah ada beberapa film baru yang siap tayang dan akan kembali meramaikan persaingan. "Persaingan bioskop akhir pekan ini diprediksi bakal semakin ketat," ujar seorang pengamat film. "Ketiga film Indonesia baru tersebut masih punya peluang memanfaatkan momentum libur akhir pekan untuk mendongkrak jumlah penonton."
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menteri Perindustrian Bantah PHK Massal, Sebut Sektor Manufaktur Serap 20 Juta Tenaga Kerja
Alfamart dan Indomaret Serempak Gelar Promo Tebus Murah, Diskon hingga 60 Persen
BMKG: Monsun Australia Mulai Kurangi Hujan, Sejumlah Wilayah Masih Waspada Cuaca Ekstrem 8–14 Mei 2026
Trump Pastikan Gencatan Senjata dengan Iran Masih Berlaku meski Ada Serangan di Selat Hormuz