Sulawesi Tenggara Diguncang Rangkaian Gempa Dangkal, Belum Ada Laporan Kerusakan

- Selasa, 24 Maret 2026 | 10:50 WIB
Sulawesi Tenggara Diguncang Rangkaian Gempa Dangkal, Belum Ada Laporan Kerusakan

PARADAPOS.COM - Wilayah Sulawesi Tenggara diguncang serangkaian gempa tektonik dangkal sepanjang Selasa (24/3). Berdasarkan catatan Balai Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari, setidaknya terjadi lima kali aktivitas gempa yang tersebar di Kabupaten Kolaka Timur dan Kota Kendari. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan yang ditimbulkan.

Rincian Aktivitas Gempa di Kolaka Timur

Rangkaian guncangan diawali di wilayah Kolaka Timur. Sejak dini hari, daerah ini mencatat empat kejadian gempa. Aktivitas dimulai pada pukul 01.00 WITA dengan gempa bermagnitudo 1,4. Pusat gempa berada di kedalaman tujuh kilometer, tepatnya sekitar delapan kilometer di sebelah selatan Kolaka Timur.

Kemudian, pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA, BMKG mencatat dua gempa susulan berturut-turut. Kekuatannya tercatat magnitudo 1,8 dan 2,0, dengan episentrum yang berdekatan di sembilan kilometer barat daya Kolaka Timur. Kedalaman kedua gempa ini berbeda signifikan, masing-masing 17 kilometer dan dua kilometer.

“Kemudian aktivitas gempa di Kolaka Timur berlanjut pada pukul 07.14 WITA dengan kekuatan magnitudo 1,5 yang berpusat di 14 kilometer barat Kolaka Timur pada kedalaman lima kilometer,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil.

Gempa Juga Terasa di Ibu Kota Provinsi

Tidak hanya di Kolaka Timur, getaran juga dirasakan di Kota Kendari. Sekitar pukul 09.32 WITA, ibu kota provinsi tersebut diguncang gempa dengan magnitudo 2,0.

“Kota Kendari diguncang gempa magnitudo 2,0 dengan titik koordinat 3,99 derajat Lintang Selatan (LS) dan 122,64 derajat Bujur Timur (BT),” jelas Nasrol Adil saat dikonfirmasi dari Kendari.

Analisis BMKG dan Imbauan untuk Masyarakat

Berdasarkan analisis teknis, seluruh gempa yang terjadi di kedua wilayah tersebut dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal. Jenis gempa seperti ini sering kali dirasakan lebih kuat di permukaan meski magnitudonya relatif kecil, karena pusatnya yang dekat dengan permukaan bumi.

Menyikapi serangkaian kejadian ini, Nasrol Adil menyampaikan kabar yang cukup menenangkan. “Hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas tektonik tersebut,” tambahnya.

Meski demikian, pihak BMKG tetap mengimbau kewaspadaan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Selain itu, warga juga diminta untuk menghindari bangunan yang tampak retak atau rusak pascagempa sebagai langkah antisipasi keamanan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar