PARADAPOS.COM - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, mengungkapkan bahwa mayoritas serangan Iran justru diarahkan kepada negara-negara tetangganya di kawasan, termasuk Arab Saudi, bukan Israel. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta sebagai respons terhadap dinamika ketegangan di Timur Tengah, menekankan ironi dari permintaan solidaritas Iran kepada negara-negara Muslim.
Proporsi Serangan Iran yang Menyasar Kawasan
Dalam paparannya, Duta Besar Faisal Abdullah Al Amoudi memberikan perhitungan proporsional untuk menggambarkan skala serangan Iran. Menurutnya, fokus media internasional yang intens pada konflik Iran-Israel justru mengaburkan fakta yang lebih luas dan berdampak pada stabilitas regional.
Dia menjelaskan, "Kalau kita persentasekan bahwa serangan yang dilakukan oleh Iran ke Israel itu hanya 15, sementara serangan Iran yang dilakukan terhadap negara-negara tetangganya di kawasan hampir melebih daripada 85."
Ironi Permintaan Solidaritas di Bulan Suci
Faisal lebih lanjut menyoroti kontradiksi antara retorika dan aksi Pemerintah Iran. Dia merasa ironis melihat Iran meminta dukungan solidaritas dari negara-negara Muslim sekawasan, sementara secara bersamaan melancarkan agresi terhadap negara-negara tersebut. Kekecewaan ini semakin dalam mengingat waktu pelaksanaan serangan tersebut.
"Tapi Iran sendiri melakukan serangan terhadap negara muslim dan dilakukan pada bulan puasa, bulan suci, bulan penuh keberkahan, dan Iran melakukan itu," ungkapnya dengan nada prihatin.
Sorotan Terhadap Bias Pemberitaan
Di akhir pernyataannya, diplomat senior itu mengkritik kecenderungan pemberitaan global yang dinilainya tidak berimbang. Menurut pengamatannya, liputan media sering kali hanya terpaku pada aksi militer Amerika Serikat dan Israel, sementara mengabaikan serangkaian provokasi yang berasal dari Iran yang secara langsung memengaruhi negara-negara Teluk.
"Tapi tidak ada, sangat sedikit sekali yang mengangkat isu ini terutama serangan yang dilakukan oleh Iran terhadap negara-negara teluk terutama Kerajaan Arab Saudi," pungkas Faisal, menutup konferensi pers di kediaman dinasnya di Jakarta Pusat itu.
Artikel Terkait
Terminal Pulo Gebang Prediksi Puncak Arus Balik Akhir Pekan Ini
Arus Balik Lebaran 2026 di Terminal Pondok Pinang Lancar, Harga Tiket Mulai Turun
Harga Perak Antam Melonjak Rp2.100 ke Rp46.550 per Gram
Perang AS-Israel di Iran Berlarut, Strategi Blitzkrieg Gagal dan Picu Risiko Politik Domestik