PARADAPOS.COM - Pemerintah Kota Bandung menyatakan kesiapannya untuk menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pascalebaran Idulfitri, menunggu petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat. Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mengungkapkan bahwa skema ini berpotensi mendorong kunjungan wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama dari sektor pariwisata.
Menunggu Juknis, Persiapan Sudah Dimulai
Meski masih menanti keputusan dan panduan teknis yang rinci dari pemerintah pusat, Pemkot Bandung tidak tinggal diam. Berbagai langkah antisipasi dan persiapan telah dirancang. Fokus utamanya adalah menyusun skema kerja yang memastikan kelancaran pelayanan publik tetap terjaga, yang nantinya akan diselaraskan dengan aturan yang ditetapkan. Salah satu opsi hari yang sedang dipertimbangkan untuk pelaksanaan WFH adalah hari Jumat.
Iskandar Zulkarnain menjelaskan alasan di balik pertimbangan tersebut. "Skema ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Bandung. Kalau misalnya hari Jumat WFH, orang bisa datang lebih awal ke Bandung. Ini tentu berdampak positif," ujarnya.
Dampak Positif bagi Pariwisata dan Ekonomi
Sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Barat, Kota Bandung dinilai memiliki peluang strategis untuk memanfaatkan kebijakan WFH ini. Peningkatan mobilitas warga dari wilayah sekitarnya di akhir pekan yang lebih panjang diperkirakan dapat menggerakkan sektor perdagangan, kuliner, dan akomodasi. Namun, Iskandar menekankan bahwa semua itu tidak boleh mengorbankan tugas utama pemerintah.
"Kalau kunjungan meningkat, tentu akan menguntungkan. Meski demikian, penerapan WFH harus tetap memperhatikan kualitas pelayanan publik. Pada prinsipnya, pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. Itu yang menjadi prioritas," tegas Sekda Bandung itu.
Evaluasi Fleksibel dan Kondusi Pascalebaran
Pemkot juga akan melakukan evaluasi terhadap hari pelaksanaan WFH setelah kebijakan resmi diberlakukan. Fleksibilitas ini dianggap penting untuk menyesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan riil di lapangan. "Kita lihat nanti apakah Jumat, Senin, atau Selasa. Kita akan evaluasi sesuai kebutuhan," tambah Iskandar.
Sementara itu, situasi di Kota Bandung pasca libur Idulfitri dilaporkan aman dan kondusif. Berbagai potensi permasalahan yang menjadi perhatian, seperti penumpukan sampah, keamanan, dan parkir liar di titik-titik keramaian, disebutkan dapat ditangani dengan baik oleh aparat.
Meski data kunjungan wisatawan selama liburan masih dalam proses perekapan, pemantauan di lapangan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas. "Secara kasat mata, kunjungan wisatawan cukup tinggi, tapi datanya masih kita rekap," tandas Iskandar, mengakhiri penjelasannya.
Artikel Terkait
Dompet Dhuafa Catat Kenaikan Penghimpunan ZISWAF 15,2% di Ramadan
DPRD Surabaya Gelar Halalbihalal untuk Perkuat Sinergi Pelayanan Publik
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Daop 9 Jember Capai 13.150 Penumpang
Korlantas Akhiri Sistem Satu Arah di Ruas Tol Semarang-Pejagan