PARADAPOS.COM - Prodia Education and Research Institute (PERI) resmi meluncurkan Prodia Science Award 2026 di Jakarta pada Jumat, 9 Mei 2026, sebagai ajang penghargaan ilmiah yang bertujuan mendorong inovasi berbasis riset di bidang biomedis. Acara puncak yang digelar di Prodia Tower, Jakarta Pusat, ini dihadiri sekitar 100 undangan, termasuk dekan fakultas kedokteran, akademisi, peneliti, klinisi, serta jajaran manajemen Prodia Group dan PERI. Penghargaan tersebut menyoroti pergeseran paradigma kesehatan global dari kuratif menuju preventif dan prediktif, dengan memanfaatkan teknologi modern seperti analisis biomarker, big data, dan kecerdasan buatan.
Mendorong Inovasi Kesehatan Berbasis Sains
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pengurus PERI, Endang Hoyaranda, menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar seremoni. “PERI bersama Prodia berharap dapat terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu, 9 Mei 2026.
Endang kemudian menjelaskan lebih lanjut mengenai urgensi pendekatan ilmiah dalam dunia kesehatan. Menurutnya, kemampuan memprediksi risiko kesehatan kini menjadi kunci transformasi layanan. Analisis biomarker, big data, hingga artificial intelligence dinilai mampu menggeser fokus layanan kesehatan yang selama ini hanya berkutat pada pengobatan, menuju pencegahan sejak dini.
Suasana di Prodia Tower tampak khidmat ketika para undangan berdiskusi mengenai masa depan biomedis Indonesia. Di sela-sela acara, Endang kembali menegaskan komitmen institusinya.
“Lebih dari sekadar penghargaan, ajang ini menjadi langkah strategis dalam membangun masa depan kesehatan yang lebih baik, dimana riset, inovasi, dan kolaborasi menjadi pondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Perjalanan Lima Dekade Prodia dalam Inovasi
Founder dan Komisaris Utama Prodia sekaligus Chairman PERI, Andi Wijaya, turut membagikan pengalamannya. Ia menceritakan perjalanan Prodia selama lebih dari lima dekade dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Komitmen tersebut, tuturnya, diwujudkan melalui pengembangan berbagai inisiatif ilmiah, publikasi jurnal, hingga pembentukan sister company yang mendukung ekosistem kesehatan dan inovasi biomedis di Indonesia.
Acara ini juga menghadirkan keynote speaker Dewi Muliaty. Dalam presentasinya, ia membawakan materi mengenai perkembangan industri biomedis dan pentingnya inovasi berbasis riset dalam membangun sistem kesehatan masa depan yang lebih presisi dan berkelanjutan.
Pengumuman Pemenang Prodia Science Award 2026
Sebagai bagian utama dari rangkaian acara, panitia mengumumkan tiga pemenang dari berbagai institusi di Indonesia. Mereka telah melalui proses seleksi dan penjurian yang ketat. Para pemenang memperkenalkan inovasi riset biomedis yang dinilai memiliki potensi implementasi nyata dalam mendukung perkembangan layanan kesehatan nasional.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
TNI Habema Gelar Layanan Kesehatan Gratis di Lima Titik Terpencil Papua Tengah
Presiden Prabowo Akui Nelayan Sering Terlupakan, Bertekad Perbaiki Kesejahteraan Mereka
MAN Insan Cendekia Batam Juara LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Kepri, Siap Berlaga di Nasional
Polisi Amankan 321 WNA Pengelola 75 Situs Judi Online di Jakarta Barat