Idrus Sambo Klarifikasi Pernyataan Amien Rais soal Orientasi Seksual Teddy Indra Wijaya, Bukan Tuduhan Pidana

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:50 WIB
Idrus Sambo Klarifikasi Pernyataan Amien Rais soal Orientasi Seksual Teddy Indra Wijaya, Bukan Tuduhan Pidana

PARADAPOS.COM - Majelis Syuro Partai Ummat, Idrus Sambo, memberikan klarifikasi terkait pernyataan Amien Rais yang belakangan ramai diperbincangkan. Menurutnya, pernyataan tersebut bukanlah tuduhan pidana atau fitnah dalam bingkai hukum Islam, melainkan lebih merupakan penilaian terhadap orientasi seksual yang bisa diamati dari perilaku sehari-hari. Idrus juga menegaskan bahwa Amien Rais siap menanggung segala risiko, baik secara hukum maupun agama, atas pernyataannya yang menyangkut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pernyataan ini disampaikan Idrus dalam sebuah diskusi bertajuk "Antara Prabowo, Teddy, dan Amien Rais" yang digelar di Cikini, Menteng, Jakarta, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Suasana diskusi berlangsung hangat, dengan sejumlah tokoh dan simpatisan yang turut hadir menyimak setiap argumen yang dilontarkan.

Idrus dengan hati-hati menjelaskan perbedaan mendasar antara tuduhan pidana dan penilaian personal. Ia mencontohkan, dalam istilah agama, menuduh seseorang melakukan liwath memerlukan bukti yang sangat kuat, yakni empat orang saksi mata. "Saya yakin betul. Bisa dibuktikan. Dalam bahasa agama namanya liwath itu kalau kita menuduh orang, kamu liwath, itu harus bawa 4 orang saksi yang melihat betul, nah itu baru betul kalimat itu. Jadi ini hal yang berbeda," ujarnya.

Menurut Idrus, yang disampaikan Amien Rais—yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Syura Partai Ummat—lebih mengarah pada penilaian mengenai orientasi seksual. Ia menambahkan bahwa orientasi seksual seseorang bisa terlihat dari keseharian, seperti cara berbicara dan gestur tubuh. "Orientasi seksual seseorang itu bisa kita lihat dari perilaku orang sehari-hari, bagaimana cara dia berbicara dan lain sebagainya," jelasnya.

Idrus juga mengklaim bahwa isu ini sebenarnya sudah diketahui oleh banyak kalangan, namun tidak ada yang berani mengungkapkannya secara terbuka. "Sebagian besar kita sudah tahu, cuma enggak berani ngomong. Makanya ketika Pak Amien ngomong, banyak yang kemudian menyambut," tuturnya.

Lebih lanjut, Idrus menegaskan bahwa tujuan Amien Rais menyampaikan hal tersebut bukanlah untuk menjatuhkan pihak tertentu. Sebaliknya, ia ingin Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi di lingkungan pemerintahannya. "Prabowo harus mau mendengar suara rakyat yang selama ini banyak tersumbat, gak sampai, disortir gitu loh, ABS (Asal Bapak Senang) aja ini," katanya.

Di akhir pernyataannya, Idrus kembali menekankan kesiapan Amien Rais untuk menghadapi konsekuensi dari ucapannya. "Pak Amien siap menanggung risiko atas apa yang diucapkan, baik secara hukum atau juga termasuk dari sisi agama," tegasnya. Suasana di lokasi diskusi tampak serius, namun tetap diwarnai dengan semangat diskusi yang terbuka. "

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar