PARADAPOS.COM - Pemerintah China memulai pembangunan Bandara Pusat Delta Sungai Mutiara (Guangzhou Baru) di Kota Foshan, Rabu (5/2). Proyek infrastruktur senilai 41,81 miliar yuan ini dirancang untuk menyeimbangkan jaringan penerbangan di Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau (GBA) dan melayani kebutuhan mobilitas lebih dari 20 juta penduduk di wilayah barat delta.
Lokasi Strategis dan Kapasitas Besar
Bandara baru ini dibangun di Distrik Gaoming, Foshan, sebuah lokasi yang secara geografis menjadi pusat bagi empat kota: Foshan sendiri, Zhaoqing, Jiangmen, dan Yunfu. Posisi strategis ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di kawasan yang selama ini kurang terjangkau oleh bandara-bandara utama yang terkonsentrasi di bagian timur.
Dari segi skala, bandara ini akan dilengkapi dengan dua landasan pacu paralel berjarak lebar, terminal seluas 260.000 meter persegi, serta 94 apron pesawat. Setelah beroperasi penuh, fasilitas ini ditargetkan mampu menampung 30 juta penumpang dan 500.000 ton kargo per tahun, dengan pergerakan pesawat mencapai 260.000 kali.
Penyeimbang Ekosistem Penerbangan GBA
Keberadaan bandara ini bukan sekadar penambahan kapasitas, melainkan upaya korektif terhadap distribusi infrastruktur transportasi udara di GBA. Seorang pejabat Otoritas Bandar Udara Guangdong menjelaskan bahwa bandara-bandara yang ada saat ini memang mayoritas terpusat di wilayah timur Delta Sungai Mutiara.
"Bandara baru tersebut akan berfungsi sebagai pusat transportasi untuk bagian barat GBA," ungkap pejabat tersebut, menegaskan peran krusial proyek ini dalam menciptakan konektivitas yang lebih merata dan efisien di seluruh kawasan teluk.
Dukungan bagi Ekonomi Kawasan yang Tengah Melesat
Pembangunan bandara ini datang pada momen yang tepat. GBA Guangdong-Hong Kong-Makau telah menunjukkan daya saing global yang formidable, dengan produk domestik bruto (PDB) pada 2024 disebut-sebut telah melampaui kawasan teluk besar seperti New York dan San Francisco. Proyeksi optimistis menyebut output ekonomi kawasan ini akan tembus 15 triliun yuan pada 2025.
Vitalitas sektor aviasi menjadi salah satu penopangnya. Data operasional tahun 2025 dari tujuh bandara utama di GBA menunjukkan kinerja yang luar biasa: lebih dari 230 juta perjalanan penumpang dan sekitar 9,72 juta ton kargo dan pos ditangani. Angka ini sekaligus mengukuhkan posisi GBA sebagai salah satu klaster penerbangan tersibuk dan paling berpengaruh di dunia.
Menyambut Lonjakan Permintaan di Masa Depan
Dengan tren pertumbuhan yang terus menguat, kebutuhan akan infrastruktur pendukung seperti bandara baru menjadi semakin mendesak. Airports Council International memproyeksikan permintaan penumpang udara di GBA akan melonjak drastis menjadi 420 juta pada tahun 2035.
Oleh karena itu, Bandara Pusat Delta Sungai Mutiara tidak hanya dibangun untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga sebagai fondasi untuk mengakomodasi gelombang pertumbuhan yang diprediksi akan datang dalam dekade berikutnya, sekaligus memperkuat ketahanan dan daya saing logistik kawasan secara keseluruhan.
Artikel Terkait
Tim SAR Gabungan Cari Dua Pria Diduga Mencebur ke Sungai Martapura Usai Pertengkaran
Anak 10 Tahun Alami Kejang di Pantai Anyer, Tim Medis Polisi Beri Pertolongan Cepat
Angka Kecelakaan dan Korban Jiwa Saat Mudik Lebaran Turun Signifikan
Arus Mudik Simpang Ajibarang Lancar Meski Diguyur Hujan Deras