PARADAPOS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar pembekalan teknis bagi pengurus Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan gudang beku portabel. Pelatihan yang berfokus pada prinsip kelayakan pengolahan ini bertujuan memperkuat unit bisnis koperasi di pesisir, mendukung ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pengelolaan hasil tangkapan yang lebih baik.
Fokus pada Nilai Tambah dan Kesejahteraan Nelayan
Sebagai tulang punggung ekonomi di banyak wilayah pesisir, Koperasi Nelayan Merah Putih tidak hanya berperan sebagai wadah kolektif nelayan, tetapi juga sebagai unit bisnis strategis. Melalui penguatan kapasitas pengelolaan, khususnya pada fasilitas penyimpanan dingin seperti gudang beku portabel, diharapkan koperasi dapat menjaga kualitas hasil tangkapan lebih lama, mengurangi susut, dan pada akhirnya mendapatkan harga jual yang lebih kompetitif. Langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang untuk membangun ketahanan pangan berbasis laut sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Pesisir Terintegrasi
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi pesisir. Fokusnya adalah menciptakan rantai nilai yang lebih kuat, mulai dari penanganan hasil tangkapan hingga pemasaran.
“Pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah hasil perikanan melalui penguatan sektor pengolahan dan pemasaran. Salah satunya melalui pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir yang terintegrasi,” jelas Machmud di Jakarta, Kamis (19/3).
Pernyataan ini menggarisbawahi pendekatan yang holistik, di mana pembekalan teknis untuk koperasi merupakan salah satu mata rantai dalam membangun ekosistem perikanan yang mandiri dan berdaya saing. Dengan dukungan yang tepat, koperasi diharapkan dapat menjadi penggerak utama ekonomi lokal yang mampu mengelola sumber daya laut secara optimal dan bertanggung jawab.
Artikel Terkait
Korban Baru Laporkan Kasus Pencabulan di Ponpes Ndholo Kusumo Pati, Total Dua Laporan Resmi
Mantan Dubes RI Nilai Isu Nuklir Iran dalam Pertemuan Trump-Xi Hanya Non-Isu, Board of Trade Jadi Hasil Konkret
Calon Haji Asal Probolinggo Meninggal di Arab Saudi Setelah Alami Gagal Napas
Muhammadiyah Tetapkan 1 Zulhijah 1447 H Jatuh pada 18 Mei 2026, Pemerintah Gelar Sidang Isbat 17 Mei