PARADAPOS.COM - Seorang pria berhasil diselamatkan dari upaya percobaan bunuh diri di Flyover Kiaracondong, Kota Bandung, dini hari tadi. Aparat kepolisian dari Tim Prabu Lodaya Presisi Polrestabes Bandung mengevakuasi pria tersebut setelah mendapat laporan warga sekitar pukul 04.00 WIB, Kamis (26/3/2026). Pria yang diamankan itu kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut.
Respon Cepat Berdasarkan Laporan Warga
Kejadian ini berawal dari kewaspadaan masyarakat sekitar. Warga yang melihat seorang pria berdiri di tepi flyover dengan kondisi mencurigakan segera melaporkannya ke pihak berwajib. Laporan inilah yang memicu respons cepat dari petugas di lapangan.
Kapolsek Kiaracondong Kompol Sumartono menjelaskan kronologi respons timnya. “Tim Prabu II mendapat laporan dari saksi bahwa ada orang diduga akan melakukan percobaan bunuh diri, kemudian tim mendatangi lokasi dan mendapati yang bersangkutan,” tuturnya saat dikonfirmasi di Bandung.
Pendekatan Persuasi yang Berhasil
Setiba di lokasi, petugas tidak langsung bertindak gegabah. Mereka melakukan pendekatan secara persuasif dan penuh empati, berusaha menenangkan pria yang saat itu mengenakan hoodie putih. Suasana mencekam sempat tercipta, dengan teriakan warga meminta bantuan dari pengendara yang melintas, seperti terekam dalam video yang beredar.
Upaya negosiasi dan komunikasi yang dilakukan petugas akhirnya membuahkan hasil. Pria tersebut, yang diketahui berinisial A, berhasil dibujuk untuk mundur dari tepi flyover dan dievakuasi dengan selamat. Ia kemudian dibawa ke Polsek Kiaracondong untuk proses identifikasi dan pemeriksaan awal.
Motif Masalah Percintaan
Dalam pemeriksaan pendahuluan, pria itu mengungkapkan alasan di balik keputusannya yang nekat. Kapolsek Sumartono menyampaikan hasil klarifikasi tersebut.
“A membenarkan bahwa dirinya akan melakukan percobaan bunuh diri dikarenakan masalah percintaan,” jelasnya.
Setelah melalui proses tersebut dan kondisi dinilai sudah stabil, A tidak ditahan. Kepolisian memilih langkah yang lebih manusiawi dengan menyerahkannya langsung kepada pihak keluarga. Langkah ini diambil dengan harapan keluarga dapat memberikan dukungan dan pengawasan yang diperlukan untuk pemulihannya.
Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan kolektif masyarakat dan respons cepat aparat dalam mencegah tindakan berbahaya. Peran warga yang melaporkan menjadi kunci pertama dalam rantai penyelamatan ini.
Penting untuk diingat, bantuan selalu tersedia. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan dukungan psikologis seperti 119 ext. 8 (SEJIWA/Healing119).
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun