PARADAPOS.COM - Kegiatan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, kembali ramai diserbu warga pada Minggu (29/3/2026). Geliat aktivitas masyarakat yang berolahraga dan berekreasi terlihat jelas usai jeda libur Lebaran, didukung pengawasan petugas keamanan dari berbagai instansi.
Antusiasme Warga Usai Libur Panjang
Suasana pagi di sepanjang jalan protokol yang biasanya padat kendaraan berubah total. Warga memanfaatkan ruang terbuka ini untuk berbagai kegiatan, mulai dari lari dan bersepeda hingga sekadar berjalan-jalan dan berfoto di sekitar Monumen Selamat Datang. Kehadiran petugas dari kepolisian, Satpol PP, dan TransJakarta terpantau menjaga kelancaran dan keamanan acara.
Antusiasme tersebut dirasakan langsung oleh para pengunjung. Seperti yang diungkapkan Soleh (58), warga Bekasi, yang merasa senang bisa kembali beraktivitas di CFD.
"Wah luar biasa, kemarin kan biasa, makan-makan santen selama dua hari ya. Sekarang kita jalan lagi bakar opor sama rendang," tuturnya dengan riang.
Pentingnya Menjaga Kebugaran di Usia Tua
Bagi Soleh, yang telah memasuki masa pensiun, kegiatan jalan kaki ini bukan sekadar hobi, melainkan kebutuhan untuk menjaga kesehatan. Ia datang bersama rekannya, Muji, dan mereka berencana menempuh rute sepanjang 10 kilometer.
"Kalau usia kayak saya, mau makan enak, harus siap olahraga. Kalau nggak, nanti pegal-pegal," jelas dia mengenai motivasinya. Ia mengaku sempat berhenti berolahraga selama dua pekan dan tak sabar untuk kembali memulihkan rutinitas kebugarannya.
Momen Silaturahmi dan Rekreasi Keluarga
CFD juga menjadi destinasi rekreasi keluarga yang terjangkau. Aprian, warga Jakarta Selatan, sengaja memboyong bibinya, Heni, yang sedang berkunjung dari Palembang, untuk merasakan atmosfer unik tersebut.
"Ini saya ngajak keluarga aja ke CFD. Jalan biasa aja, nanti kita mau jajan-jajan di sana," kata Aprian mengenai rencananya.
Heni pun mengaku terkagum-kagum dengan pemandangan CFD di tengah hiruk-pikuk ibu kota. Perbandingan dengan kampung halamannya langsung ia rasakan.
"Di Palembang itu ada juga CFD, namanya di Kambang Iwak. Kalau di sini seru ya alhamdulillah, bisa sambil kumpul, gratis juga, bisa lihat gedung-gedung tinggi," ungkapnya.
Semangat Anak Muda dari Kota Tetangga
Tak hanya dari dalam kota, daya tarik CFD juga dirasakan oleh warga dari daerah penyangga. Yasril dan Aal, keduanya berusia 15 tahun, rela bersepeda dari Bogor hanya untuk merasakan kembali keramaian di Bundaran HI.
"Sebelum-sebelumnya sering ke CFD. Ini balik lagi sambil sepedaan aja. Seru aja sepedaan ke CFD dari Bogor, sambil olahraga. Kemarin kita udah libur lama, sekarang gerakin otot lagi," papar Aal mengenai alasan kedatangannya.
Kehadiran mereka, dari berbagai usia dan latar belakang, memperlihatkan bagaimana ruang publik seperti CFD telah berfungsi lebih dari sekadar area bebas kendaraan. Aktivitas ini menjadi wahana vital untuk pemulihan kebugaran pasca-lebaran, sarana rekreasi keluarga, serta titik kumpul masyarakat yang mendukung interaksi sosial dan gaya hidup sehat di tengah jantung ibu kota.
Artikel Terkait
Lembaga Riset Peringatkan Ketimpangan Pertumbuhan Industri Pengolahan 2025
Presiden Prabowo Mulai Kunjungan Resmi ke Jepang, Bahas Kerja Sama Strategis
Arab Saudi Tembak Jatuh 10 Drone yang Mendekati Wilayahnya
Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Tewas Terinfeksi Virus Feline Panleukopenia