PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengindikasikan akan mempertimbangkan untuk mencabut sanksi terhadap perusahaan-perusahaan China yang membeli minyak dari Iran. Pernyataan ini muncul setelah Trump menggelar pertemuan bilateral selama dua hari dengan Presiden China, Xi Jinping, di Beijing. Isu pembelian minyak Iran oleh perusahaan China menjadi salah satu agenda utama dalam diskusi kedua pemimpin negara adidaya tersebut.
Diskusi Langsung dengan Xi Jinping
Dalam pernyataannya kepada awak media, Trump mengonfirmasi bahwa topik sensitif ini memang dibahas secara langsung. Ia menyebutkan bahwa keputusan terkait pencabutan sanksi akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
“Kami berdiskusi soal itu dan saya akan memutuskan dalam beberapa hari mendatang. Kami sungguh-sungguh berbicara soal itu,” ungkap Trump kepada wartawan.
Sikap Tegas terhadap Usulan Iran
Selain membahas hubungan dagang dengan China, Trump juga memberikan tanggapan keras terhadap proposal terbaru dari Iran. Usulan tersebut, yang berkaitan dengan pembicaraan lanjutan penyelesaian konflik dengan AS, dinilai oleh Trump sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.
“Saya telah melihatnya (usulan Iran) dan jika saya sudah tidak menyukai kalimat pertamanya, maka saya akan membuang usulan itu. (Kalimat pertama usulan Iran) Kalimat yang tidak bisa diterima,” kata Trump.
Ia kembali menegaskan posisi Washington yang melarang Iran memiliki senjata nuklir. Terkait permintaan Iran untuk moratorium pengayaan uranium selama 20 tahun, Trump memberikan respons yang tegas namun sedikit ambigu.
“Tidak. Dua puluh tahun itu cukup. Namun, tingkat jaminan dari mereka, itu harus benar-benar 20 tahun,” ujar Trump.
Lebih lanjut, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan ragu untuk mengambil sendiri cadangan uranium yang telah diperkaya jika Iran tidak menyerahkannya secara sukarela kepada Washington.
Gencatan Senjata dan Alasan di Baliknya
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung kebijakan gencatan senjata yang saat ini berlaku antara AS dan Iran. Ia mengakui bahwa kebijakan tersebut bukanlah inisiatifnya sendiri, melainkan hasil desakan dari negara-negara lain.
“Kami benar-benar melakukan gencatan senjata atas permintaan negara-negara lain. Saya sebenarnya tidak akan menyetujuinya, tetapi kami melakukannya sebagai bentuk bantuan kepada Pakistan, orang-orang yang hebat,” tutur Trump.
Pernyataan ini memberikan konteks baru mengenai dinamika diplomasi di kawasan, di mana kepentingan negara ketiga seperti Pakistan turut memengaruhi keputusan strategis Amerika Serikat.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jadwal Salat dan Imsakiyah DKI Jakarta Sabtu 16 Mei 2026, Waktu Magrib Jadi Patokan Berbuka Puasa
Indonesia dan Belarus Teken Lima MoU Senilai Rp7 Triliun di Minsk
Harga Cabai di Jabar Tembus Batas Waspada Jelang Iduladha 2026, Pasokan Terganggu Cuaca dan Penyakit
Xi Jinping Ajak Trump Berjalan di Kompleks Zhongnanhai Usai Bahas Perdagangan dan Ketegangan Bilateral