PARADAPOS.COM - Pemerintah Kota Banda Aceh mulai menyalurkan hewan kurban ke wilayah-wilayah yang porak-poranda diterjang banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 lalu. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, dalam keterangannya pada 15 Mei menyatakan bahwa prioritas utama penyaluran ini diberikan kepada kawasan yang akses distribusinya paling terbatas dan masih sangat membutuhkan perhatian pascabencana. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian dan upaya pemulihan bagi warga yang terdampak musibah dahsyat tersebut.
Fokus pada Wilayah Terisolasi
Menurut Illiza Saaduddin Djamal, tidak semua daerah penerima kurban memiliki kondisi yang sama. Beberapa titik di Aceh masih sulit dijangkau karena infrastruktur rusak parah akibat bencana. Oleh karena itu, pemerintah kota memetakan secara spesifik lokasi-lokasi yang aksesnya minim.
"Penyaluran hewan kurban nantinya diprioritaskan bagi kawasan yang minim akses distribusi yang kini masih membutuhkan perhatian pasca bencana," ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa bantuan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menyasar kebutuhan riil di lapangan. Tim distribusi pun disiagakan untuk menjangkau kantong-kantong pengungsian yang tersebar di pelosok.
Koordinasi dan Logistik di Lapangan
Proses penyaluran melibatkan koordinasi erat antara dinas terkait, aparat keamanan, dan relawan kebencanaan. Mereka bahu-membahu memastikan hewan kurban tiba dalam kondisi sehat dan layak. Medan yang berat menjadi tantangan tersendiri, terutama di kawasan perbukitan yang longsornya masih labil.
Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong justru menguat. Warga setempat ikut membantu proses bongkar muat dan pendistribusian daging kurban ke rumah-rumah warga yang paling terdampak. Suasana di beberapa lokasi pengungsian perlahan kembali hidup dengan adanya kegiatan penyembelihan ini.
Harapan di Tengah Pemulihan
Bagi para korban bencana, kehadiran hewan kurban bukan sekadar tradisi tahunan. Lebih dari itu, ini adalah simbol bahwa mereka tidak dilupakan. Pemerintah berharap langkah ini bisa meringankan beban psikologis dan ekonomi warga yang tengah berjuang membangun kembali kehidupan mereka.
Illiza menambahkan, proses pemulihan pascabencana memang berjalan bertahap. Namun, dengan sinergi semua pihak, ia optimistis daerah-daerah terdampak akan kembali bangkit. Penyaluran kurban menjadi salah satu bukti nyata bahwa perhatian terhadap warga tidak pernah putus, meski jarak dan medan memisahkan.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jadwal Salat dan Imsakiyah DKI Jakarta Sabtu 16 Mei 2026, Waktu Magrib Jadi Patokan Berbuka Puasa
Indonesia dan Belarus Teken Lima MoU Senilai Rp7 Triliun di Minsk
Harga Cabai di Jabar Tembus Batas Waspada Jelang Iduladha 2026, Pasokan Terganggu Cuaca dan Penyakit
Xi Jinping Ajak Trump Berjalan di Kompleks Zhongnanhai Usai Bahas Perdagangan dan Ketegangan Bilateral