PARADAPOS.COM - Selebgram Fujianti Utami Putri, atau yang akrab disapa Fuji, memberikan pernyataan terbuka mengenai masa depan keponakannya, Gala Sky Andriansyah. Menanggapi sorotan publik yang muncul setelah Gala beberapa kali tampil di televisi, Fuji menegaskan bahwa ia tidak memiliki agenda khusus untuk membawa anak mendiang Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah itu ke industri hiburan. Ia lebih memilih memberikan kebebasan penuh kepada Gala untuk menentukan jalan hidupnya kelak.
Kebebasan Memilih untuk Gala Sky
Dalam pandangan Fuji, Gala yang masih belia dinilai belum saatnya untuk diarahkan ke bidang tertentu. Ia secara jujur mengaku belum melihat adanya bakat spesifik yang benar-benar menonjol dari keponakannya tersebut. Hal ini lebih disebabkan oleh usia Gala yang masih sangat muda, sehingga waktu dan ruang untuk bereksplorasi masih sangat luas.
“Jujur kayaknya belum kelihatan (bakatnya), karena memang masih kecil banget,” tuturnya.
Minat pada Sepak Bola dan Pertimbangan yang Matang
Meski demikian, Fuji mengamati adanya ketertarikan Gala pada dunia olahraga, khususnya sepak bola. Minat ini bahkan sempat mendorongnya untuk merencanakan mendaftarkan Gala ke sebuah sekolah bola, mengingat lokasinya yang cukup dekat dan mudah dijangkau.
“Untuk hobinya, kayaknya dia suka banget bola. Aku sempat pengin sekolahin Gala di sekolah bola, karena lokasinya dekat banget,” ucap Fuji.
Namun, rencana itu akhirnya urung diwujudkan. Fuji mempertimbangkan jadwal harian Gala yang dinilai sudah cukup padat dengan berbagai kegiatan pembelajaran lainnya. Sebagai figur pengasuh, ia merasa perlu melindungi waktu dan masa kecil keponakannya dari kesibukan yang berlebihan.
“Les dia sudah ada enam atau tujuh, jadi kasihan nanti dia sibuk banget,” ungkapnya dengan nada penuh pertimbangan.
Pendidikan Formal sebagai Prioritas Utama
Dengan pertimbangan yang matang, Fuji memutuskan untuk memusatkan perhatian pada pendidikan formal Gala terlebih dahulu. Tahun ini, Gala akan memasuki jenjang sekolah dasar, sebuah fase penting yang membutuhkan penyesuaian dan fokus.
Oleh karena itu, segala aktivitas tambahan di luar sekolah, termasuk sekolah bola, akan ditunda untuk sementara waktu. Fuji berpendapat bahwa penundaan ini akan memberikan ruang bagi Gala untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah barunya tanpa tekanan.
“Biarkan dia sekolah dulu setahun. Nanti kalau dia masih senang, mungkin kelas dua atau tiga baru dimasukkin,” kata Fuji, merinci rencana jangka panjangnya.
Pada akhirnya, sikap yang diambil Fuji mencerminkan prinsip pengasuhan yang berpusat pada anak. Dengan membebaskan Gala memilih tanpa paksaan, serta menempatkan kesejahteraan dan pendidikan dasarnya sebagai fondasi utama, ia berharap dapat memberikan ruang tumbuh yang optimal bagi sang keponakan.
Artikel Terkait
Xabi Alonso Sepakat Tangani Chelsea dengan Kontrak Empat Musim
Polres Metro Tangerang Kota Dirikan 22 Pos Pantau Antisipasi Kejahatan Jalanan
Diplomasi Trump ke Beijing Dinilai Belum Cukup Pengaruhi Sikap Iran soal Blokade Selat Hormuz
Kementerian Kebudayaan Resmi Dukung Makassar International Writers Festival 2026