Gempa M 7,6 Guncang Bitung dan Malut, BMKG Cabut Peringatan Tsunami

- Rabu, 01 April 2026 | 23:50 WIB
Gempa M 7,6 Guncang Bitung dan Malut, BMKG Cabut Peringatan Tsunami

PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah perairan Bitung, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara pada Kamis pagi, 10 Januari 2024, sekitar pukul 06.48 WITA. Guncangan yang berlangsung lebih dari satu menit itu dirasakan sangat kuat di Kota Manado, memicu respons cepat warga untuk menyelamatkan diri dan mengamati kondisi sekitar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum kemudian mencabutnya.

Guncangan Kuat dan Respons Warga

Getaran gempa yang cukup lama itu mendorong banyak penduduk di Manado untuk segera keluar dari rumah dan bangunan. Suasana tegang sempat tercipta, terutama dengan adanya bunyi keras dari perabotan rumah yang bergeser akibat guncangan. Pengalaman serupa dilaporkan oleh pengguna jalan yang merasakan getaran bahkan saat berada di dalam kendaraan.

Deysi, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Malalayang, menggambarkan kekuatan gempa yang ia rasakan. "Gempa ini kuat sekali, bahkan bunyi kuat dari beberapa perabotan rumah tangga kami," tuturnya.

Sementara itu, Fanli, seorang pengemudi daring, memutuskan untuk menghentikan mobilnya demi keamanan. "Saya lagi mengendarai mobil, tapi terasa juga gempa itu. Saya harus berhentikan dulu karena banyak tiang listrik yang bergerak-gerak," jelasnya, menyoroti potensi bahaya di sekitarnya saat itu.

Data dan Lokasi Pusat Gempa

Berdasarkan informasi terbaru dari BMKG, episentrum gempa terletak pada koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur. Pusat guncangan berada di kedalaman 62 kilometer di bawah permukaan laut, yang dikategorikan sebagai gempa menengah. Meski berpusat di laut, gempa dengan magnitudo sebesar ini berpotensi menimbulkan kerusakan dan selalu diwaspadai dampak lanjutannya, termasuk gelombang tsunami.

Langkah antisipasi oleh BMKG dengan mengeluarkan peringatan dini tsunami menunjukkan prosedur standar yang diambil untuk kejadian seismik dengan parameter seperti ini. Peringatan tersebut merupakan bagian dari protokol kewaspadaan untuk memberikan waktu evakuasi bagi masyarakat di wilayah pesisir yang berpotensi terdampak.

Konteks dan Kewaspadaan

Kejadian ini mengingatkan kembali akan aktivitas seismik yang tinggi di kawasan Indonesia, khususnya di sekitar zona subduksi Sulawesi dan Maluku. Analisis cepat dan diseminasi informasi yang tepat dari institusi berwenang menjadi kunci dalam meminimalisir kepanikan dan memandu respons masyarakat. Laporan dari warga, seperti yang terungkap di Manado, memberikan gambaran lapangan yang berharga tentang intensitas guncangan dan kondisi riil di lokasi terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan infrastruktur yang signifikan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti informasi terpercaya dari sumber-sumber resmi.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar