PARADAPOS.COM - Tim Pemburu Begal yang dibentuk Polda Metro Jaya berhasil mengungkap enam kasus begal dan menangkap delapan tersangka dalam tiga hari pertama operasi. Pengungkapan ini mencakup sejumlah lokasi di Jakarta yang sempat viral di media sosial, seperti Bundaran HI, Patung Kuda, Kebon Jeruk, Cideng, dan Gandaria. Kapolda Metro Jaya, Komjen Asep Edi Suheri, mengonfirmasi bahwa satuan tugas ini merupakan respons atas meningkatnya aksi kejahatan jalanan yang meresahkan warga.
Delapan Tersangka Diamankan dalam Tiga Hari
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers pada Senin (18/5/2026) malam. Ia menjelaskan bahwa timnya bekerja cepat menindaklanjuti laporan dan video yang beredar di masyarakat.
"Malam hari ini, kami dari Tim Pemburu Begal, alhamdulillah sudah mengamankan 8 orang tersangka yang melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana yang kita ketahui beberapa waktu belakangan viral di wilayah hukum Polda Metro Jaya," jelas Iman.
Ia menambahkan bahwa para pelaku beraksi di titik-titik yang menjadi sorotan publik. "Beberapa TKP (tempat kejadian perkara) yang kemarin sempat viral, para pelakunya sebagian sudah kami lakukan penangkapan malam hari ini," ungkapnya.
Meski demikian, penyidik masih memburu sejumlah pelaku lain yang belum tertangkap. Iman memastikan pihaknya akan terus mengejar para buronan tersebut.
Jerat Pasal Berlapis untuk Pelaku Begal
Terhadap para tersangka yang sudah diamankan, polisi menjerat mereka dengan pasal berlapis. Iman menyebutkan bahwa penyidik menerapkan Pasal 466, 471, 477, dan 479 KUHP Pidana. Langkah ini diambil untuk memberikan efek jera sekaligus memastikan hukuman setimpal dengan perbuatan para pelaku.
"Tentunya setiap informasi yang ada di media sosial kami segera tindak lanjuti dan kami berusaha semaksimal mungkin untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Jakarta," tuturnya.
Suasana di markas Polda Metro Jaya malam itu tampak sibuk. Para penyidik silih berganti keluar-masuk ruang pemeriksaan, sementara beberapa tersangka masih menjalani proses administrasi. Di sudut lain, petugas menyusun barang bukti yang diamankan dari tangan para begal.
Kapolda Instruksikan Tindakan Tegas dan Terukur
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri menegaskan bahwa pembentukan Satgas Pemburu Begal merupakan atensi khusus dari kepolisian. Ia menyebut bahwa pengungkapan enam kasus dalam waktu singkat menunjukkan keseriusan jajarannya.
"Tentunya pembentukan Satgas Begal, Pemburu Begal, yang kita bentuk kemarin, ya tentunya ini atensi dari Polda Metro Jaya dalam hal mengungkapkan kasus tersebut. Dan perlu kami sampaikan bahwa kemarin kita sudah mengungkap 6 kasus ya," ujar Komjen Asep kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (18/5).
Komjen Asep juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya. Ia memerintahkan agar polisi tidak ragu menindak pelaku kejahatan yang membahayakan jiwa petugas di lapangan.
"Dan saya sudah perintahkan ya kepada jajaran kepolisian Polda Metro Jaya untuk menindak tegas para pelaku kejahatan, ya, yang membahayakan jiwa petugas kepolisian. Jangan ragu-ragu untuk melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai aturan Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian," ujarnya.
Masyarakat Diimbau Aktif Melapor
Di tengah upaya penindakan, Kapolda juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif. Ia meminta warga tidak segan melapor jika mengetahui atau menjadi korban aksi begal. Laporan bisa disampaikan melalui call center Polri di nomor 110.
Langkah ini dinilai penting mengingat aksi begal kerap terjadi secara mendadak dan di lokasi yang sepi. Dengan partisipasi warga, polisi berharap bisa merespons lebih cepat dan mencegah korban berjatuhan.
Hingga berita ini diturunkan, proses pengejaran terhadap pelaku lain masih terus berlangsung. Polda Metro Jaya memastikan akan terus mengupdate perkembangan kasus ini kepada publik.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kupang Capai 60 Persen, Ditargetkan Rampung Juni 2026
PKB Desak Pemerintah Segera Diplomasi Bebaskan Jurnalis yang Ditahan Israel di Gaza
BI Pastikan Cadangan Devisa Aman Meski Terus Menurun, Intervensi Rupiah Jadi Penyebab Utama
Muhadjir Effendy Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024