PARADAPOS.COM - Pasar pangan nasional mencatat pergerakan beragam pada pekan pertama April 2026. Data resmi menunjukkan penurunan harga yang cukup signifikan untuk komoditas cabai dan daging sapi, sementara di sisi lain, harga beras, minyak goreng, dan bawang merah justru mengalami penguatan. Kondisi ini menciptakan dinamika tersendiri bagi konsumen dalam mengelola anggaran belanja rumah tangga.
Tekanan Harga Mereda di Pasar Cabai dan Daging
Kelompok hortikultura, khususnya cabai, menjadi sorotan utama pekan ini dengan tren penurunan harga yang tajam. Berdasarkan pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per Jumat, 3 April 2026, cabai merah keriting mengalami koreksi terdalam sebesar 14,55% menjadi Rp45.800 per kilogram. Penurunan serupa juga terlihat pada cabai merah besar dan cabai rawit hijau, yang masing-masing melemah sekitar 11,9%.
Analis pasar mengamati bahwa ketersediaan pasokan yang mulai membaik dari sentra produksi menjadi faktor pendorong utama melandainya harga di tingkat pedagang. Sinyal serupa, meski lebih halus, terlihat pada sektor protein. Harga daging sapi kualitas satu tercatat sedikit melunak sebesar 0,64%, sehingga rata-rata berada di angka Rp148.250 per kilogram.
Bahan Pokok Kunci Masih Menghadapi Tekanan Naik
Namun, tidak semua berita menggembirakan bagi konsumen. Di tengah penurunan harga cabai dan daging, beberapa komoditas strategis justru bergerak ke arah sebaliknya. Bawang merah ukuran sedang, misalnya, mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar 4,14% menjadi Rp47.800 per kilogram.
Pergerakan serupa terjadi pada komoditas beras, yang menjadi konsumsi utama masyarakat. Harga beras kualitas super I tercatat di level Rp17.250 per kilogram, sementara beras medium II naik tipis ke posisi Rp15.900 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan kompleksitas dalam menjaga stabilitas harga pangan pokok secara keseluruhan.
Minyak Goreng dan Gula Pasir Turut Menguat
Tekanan harga juga masih terasa pada komoditas minyak goreng. Data menunjukkan, minyak goreng curah naik 0,51% menjadi Rp19.850 per kilogram. Kenaikan serupa, meski dalam persentase yang lebih kecil, juga terjadi pada berbagai merek minyak goreng kemasan, yang bergerak naik antara 0,44% hingga 0,46%.
Dalam laporannya, PIHPS memberikan konteks lebih luas mengenai kondisi pasar. Lembaga tersebut mengungkapkan, "Data PIHPS menunjukkan bahwa meski fluktuasi harga terjadi pada komoditas tertentu seperti cabai dan daging ayam, stabilitas harga tetap terjaga pada kategori beras kualitas bawah I yang tertahan di level Rp14.500 per kilogram."
Secara keseluruhan, panorama harga pangan pekan ini memang bercampur. Penurunan di beberapa sektor memberikan angin segar, tetapi kenaikan yang bertahan pada komoditas seperti minyak goreng, gula, dan bawang merah tetap menjadi tantangan nyata bagi daya beli masyarakat, terutama dalam menyambut akhir pekan.
Artikel Terkait
Trump Berlakukan Tarif Impor Obat Paten Hingga 100% Atas Dasar Keamanan Nasional
Satu Tewas dalam Tabrakan Beruntun di Tol Solo-Semarang Dini Hari
IEA Dukung Inisiatif Pemerintah Indonesia Dorong Hemat Energi
Pakar Lingkungan Unmul Gagas Sekolah Lapang untuk Selamatkan Tambak Tradisional di Kaltim