Gunung Merapi Catat Ratusan Guguran Lava dan Empat Awan Panas dalam Sepekan

- Jumat, 03 April 2026 | 19:00 WIB
Gunung Merapi Catat Ratusan Guguran Lava dan Empat Awan Panas dalam Sepekan

PARADAPOS.COM - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih menunjukkan intensitas tinggi, dengan empat kali awan panas guguran dan ratusan guguran lava tercatat dalam sepekan terakhir. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mempertahankan status gunung api di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah ini pada level Siaga, mengingat suplai magma ke permukaan masih terus berlangsung.

Rekaman Aktivitas dan Potensi Bahaya

Dalam periode pengamatan 27 Maret hingga 2 April 2026, BPPTKG mencatat empat kali luncuran awan panas guguran (APG). Material panas ini mengarah ke Barat Daya, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.400 meter ke hulu Kali Boyong dan Kali Krasak. Sementara itu, aktivitas guguran lava jauh lebih sering terjadi, menghujani beberapa alur sungai di lereng gunung.

Agus Budi Santoso, Kepala BPPTKG, merinci data tersebut. "Tercatat, guguran lava sebanyak 8 kali mengarah ke hulu Kali Boyong sejauh 2.000 meter, 77 kali ke Kali Krasak sejauh maksimum 2.000 meter, 21 kali ke Kali Bebeng sejauh maksimum 2.000 meter, serta 54 kali ke Kali Sat/Putih dengan jarak maksimum yang sama," jelasnya.

Status Siaga dan Imbauan untuk Masyarakat

Pola aktivitas ini mengonfirmasi bahwa karakter erupsi Merapi saat ini masih bersifat efusif, ditandai dengan pertumbuhan kubah lava dan gugurannya. Namun, potensi bahaya nyata tetap mengintai. BPPTKG memetakan zona bahaya untuk guguran lava dan awan panas terutama di sektor selatan-barat daya, yang mencakup beberapa sungai dengan jangkauan hingga 7 kilometer.

Menyikapi kondisi ini, Agus Budi Santoso kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan. "Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," ungkapnya.

Oleh karena itu, imbauan resmi terus disuarakan. "BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya serta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di kawasan Merapi," tuturnya. Masyarakat diharapkan senantiasa mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang dan mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan untuk keselamatan bersama.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar