Erajaya Fokus Buka Gerai Smartphone Baru di Tengah Optimisme Kuartal I 2026

- Jumat, 13 Februari 2026 | 00:50 WIB
Erajaya Fokus Buka Gerai Smartphone Baru di Tengah Optimisme Kuartal I 2026

PARADAPOS.COM - PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) memastikan rencana ekspansi ritelnya pada tahun ini tetap berjalan, dengan fokus utama pada pembukaan gerai gadget baru. Pernyataan ini disampaikan oleh Deputy CEO Erajaya Group, Hasan Aula, yang menegaskan bahwa ponsel pintar tetap menjadi kontributor utama penjualan di tengah tren digitalisasi yang semakin masif.

Fokus Ekspansi pada Ritel Gadget

Meski tidak merinci jumlah pasti toko yang akan dibuka, manajemen mengalokasikan porsi terbesar ekspansi untuk segmen gadget, termasuk smartphone. Strategi ini bukan tanpa alasan. Pihak perusahaan melihat perangkat elektronik tersebut telah berubah status dari barang sekunder menjadi kebutuhan pokok dalam keseharian masyarakat modern.

"Yang paling banyak akan kami buka tetap gerai smartphone," tegas Hasan Aula, Kamis (12/2/2026).

Dalam pandangannya, gadget telah menjadi bagian integral dari kehidupan. "Gadget itu sangat diperlukan untuk kehidupan sehari-hari. Orang sulit menghindari kebutuhan itu," imbuhnya.

Prospek dan Tantangan di Kuartal Mendatang

Memasuki kuartal pertama 2026, manajemen merasa optimis. Mereka melihat serangkaian momen musiman seperti Tahun Baru, Imlek, Ramadan, dan Lebaran yang berdekatan akan menjadi pendorong kuat bagi daya beli konsumen. Optimisme ini juga diamini oleh jajaran direksi lainnya.

Head of Legal Counsel & Corporate Affairs Erajaya Group, Amelia Allen, sebelumnya menyebut Imlek 2026 bisa menjadi sentimen awal yang positif. Kedekatan momen tersebut dengan awal Ramadan dinilainya mampu mempertahankan geliat belanja, sehingga mendukung stabilitas penjualan sepanjang kuartal I.

"Dengan jarak Imlek dan Ramadan yang relatif berdekatan tahun ini, perseroan melihat adanya potensi kelanjutan aktivitas belanja yang mendukung stabilitas kinerja sepanjang kuartal I/2026," jelas Amelia.

Namun, angin segar itu diperkirakan akan meredup memasuki kuartal II. Hasan Aula mengakui periode tersebut akan lebih menantang karena minimnya momentum belanja besar. Di saat yang sama, masyarakat biasanya mulai mengalokasikan dana untuk kebutuhan pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru.

"Kuartal II nanti yang mungkin challenge. Tidak ada event besar, sementara orang juga butuh dana untuk sekolah," ujarnya. Untuk mengantisipasi perlambatan ini, perseroan tengah menyiapkan berbagai program promosi dan kerja sama strategis guna menjaga trafik penjualan.

Kinerja Keuangan Hingga September 2025

Landasan optimisme ini salah satunya bersumber dari kinerja keuangan yang tercatat hingga triwulan ketiga 2025. Laporan konsolidasi menunjukkan, penjualan bersih ERAA naik 7,72% year-on-year (YoY) menjadi Rp 52,36 triliun.

Pendorong utamanya tetap berasal dari segmen telepon selular dan tablet, yang menyumbang Rp40,87 triliun. Segmen aksesoris dan produk lainnya juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Namun, di balik peningkatan pendapatan tersebut, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,7% YoY menjadi Rp785,57 miliar. Data ini menggarisbawahi kompleksitas dinamika pasar ritel elektronik, di mana pertumbuhan omzet tidak selalu berbanding lurus dengan profitabilitas.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar