Pelatih Arema Ungkap Alasan Penerapan Taktik Bertahan Ketat Lawan Malut United

- Jumat, 03 April 2026 | 20:50 WIB
Pelatih Arema Ungkap Alasan Penerapan Taktik Bertahan Ketat Lawan Malut United

PARADAPOS.COM - Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengungkapkan alasan di balik keputusan timnya untuk menerapkan taktik bertahan ketat atau low block dalam laga imbang 1-1 melawan Malut United di Stadion Kanjuruhan, Jumat (14/3/2025). Strategi tersebut diambil sebagai respons atas absennya sejumlah pilar penting skuad Singo Edan akibat sanksi kartu dan cedera, di tengah tekanan yang diberikan oleh lini depan lawan.

Krisis Pemain Kunci Paksa Arema Bertahan

Laga lanjutan Super League 2025/2026 itu memang dijalani Arema dengan kondisi yang tidak ideal. Marcos kehilangan tiga pemain asing andalannya—Dalberto Luan, Pablo Oliveira, dan Matheus Balde—yang sedang menjalani sanksi kartu merah. Situasi semakin pelik dengan absennya Betinho Filho dan Joel Vinicius karena akumulasi kartu kuning, ditambah cedera yang dialami Walisson Maia. Kombinasi pukulan ini membuat pilihan strategi pelatih asal Brasil itu menjadi sangat terbatas.

“Kami meminta tim untuk menahan dahulu,” ucap Marcos saat menjelaskan pendekatan permainan timnya seusai pertandingan.

Low Block sebagai Solusi Darurat

Dihadapkan pada krisis pemain dan kekuatan ofensif Malut United yang diperkuat trio David da Silva, Ciro Alves, dan Tyronne del Pino, Marcos menyebut taktik bertahan dalam bukanlah keputusan spontan. Ia mengungkapkan bahwa formasi tersebut telah menjadi bagian dari persiapan tim dalam sesi latihan, disiapkan untuk skenario-skenario sulit seperti ini.

Meski terkesan pasif, Marcos menegaskan bahwa skema low block yang diterapkan bukanlah permainan sepenuhnya defensif. Di lapangan, taktik itu dikombinasikan dengan transisi cepat untuk membangun serangan balik, sebuah upaya untuk tetap menciptakan ancaman meski dengan sumber daya yang terbatas.

Optimisme di Tengah Jalan Terjal

Marcos mengakui bahwa meraih satu poin dari pertandingan tersebut adalah hasil yang sulit. Namun, di balik tantangan itu, ia tetap menyimpan keyakinan bahwa timnya mampu memenuhi target untuk finish di papan atas klasemen. Delapan laga tersisa, termasuk duel berat tandang ke Persib Bandung dan Derbi Jatim melawan Persebaya Surabaya, akan menjadi ujian menentukan.

Di tengah perjuangan tersebut, ia juga menyampaikan permintaan khusus kepada para pendukung setia.

“Kami akan berjuang mencari banyak poin. Saya menginginkan suporter datang memenuhi stadion,” tuturnya, menekankan peran vital Aremania dan Aremanita sebagai penyemangat tambahan bagi Alfarizie dan kawan-kawan dalam merengkuh hasil maksimal di sisa musim.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar