PARADAPOS.COM - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengerahkan 3.227 personel gabungan dalam Operasi Semana Santa Turangga 2026 untuk mengamankan perayaan Paskah di provinsi tersebut. Operasi yang berlangsung selama 15 hari, dari 1 hingga 15 April 2026, ini berfokus pada pengamanan 1.113 gereja serta jalur prosesi utama di Flores Timur dan Kota Kupang, dengan pendekatan yang mengedepankan pelayanan humanis.
Komitmen Pelayanan di Momen Sakral
Di tengah suasana perayaan Paskah yang khusyuk, Polda NTT menegaskan komitmennya untuk lebih dari sekadar pengamanan rutin. Operasi ini dirancang untuk menghadirkan rasa aman dan tenang, memungkinkan umat Kristiani menjalankan ibadah dengan penuh kekhidmatan. Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, menekankan bahwa kehadiran negara di momen penting keagamaan ini harus terasa sebagai bentuk perlindungan dan kepedulian nyata.
“Kami ingin memastikan setiap umat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk,” ujar Rudi di Flores Timur, Jumat (3/4/2026).
Dia melanjutkan, “Kehadiran personel di lapangan tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menghadirkan rasa tenang dan kepedulian bagi masyarakat, sebagaimana semangat Polda NTT Penuh Kasih yang kami bawa.”
Kekuatan Personel dan Cakupan Strategis
Kekuatan operasi terdiri dari gabungan 1.319 personel Polri dan 1.908 personel dari berbagai instansi, termasuk TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, hingga perwakilan pemuda lintas agama. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa penjagaan ketertiban dan kedamaian selama perayaan suci adalah tanggung jawab kolektif seluruh komponen bangsa.
Larantuka, Kabupaten Flores Timur, yang dikenal dengan prosesi Semana Santa yang mendunia, mendapat perhatian khusus. Sebanyak 985 personel disiagakan secara penuh di wilayah ini untuk mengawal rangkaian prosesi darat dan laut yang diikuti ribuan peziarah lokal maupun mancanegara.
Untuk mendukung pelayanan, dibangun 85 pos di titik-titik strategis. Rudi Darmoko menjelaskan fungsi vital pos-pos tersebut.
“Untuk memperkuat layanan, sebanyak 85 pos didirikan di berbagai titik strategis yang berfungsi sebagai pusat pengamanan, pelayanan, hingga bantuan darurat, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan bantuan kapan pun dibutuhkan,” jelasnya.
Pendekatan Humanis sebagai Prioritas
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, menegaskan bahwa pendekatan operasi mengutamakan nilai kemanusiaan. Berbagai langkah strategis dirancang menyeluruh, mulai dari pengamanan berlapis di tempat ibadah hingga pengawasan ketat pada jalur prosesi yang padat.
“Semana Santa di Larantuka merupakan tradisi keagamaan yang memiliki nilai spiritual tinggi dan telah dikenal hingga mancanegara. Oleh karena itu, kami mengedepankan pelayanan yang humanis dan penuh kasih agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran aparat sebagai pelindung dan pengayom,” tutur Henry.
Seluruh personel, lanjutnya, diinstruksikan untuk bertugas secara profesional sambil membangun komunikasi yang baik dengan warga. Hal ini diharapkan menciptakan suasana harmonis dan kondusif sepanjang perayaan.
Antisipasi Khusus untuk Keselamatan Peziarah
Operasi ini juga memberikan perhatian ekstra pada aspek keselamatan, terutama dalam prosesi laut yang berisiko tinggi. Pengaturan arus lalu lintas di bandara, pelabuhan, dan terminal dilakukan secara optimal untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan peziarah. Patroli bahari terpadu dan kesiapan tim medis di setiap pos pelayanan disiagakan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar dan tanpa hambatan yang berarti.
Artikel Terkait
IHSG Turun 0,99% Didorong Pelemahan BREN, BYAN, dan Saham Perbankan
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Membumbung 1.000 Meter
150 Alumni LPDP Diberangkatkan Dampingi Transformasi Digital di Sekolah 3T
Gedung Putih Usulkan Anggaran 2027: Pertahanan Naik Drastis, Belanja Domestik Dipangkas