Pemerintah Buka Opsi Impor Minyak Mentah dari Semua Negara, Termasuk Rusia

- Senin, 06 April 2026 | 10:50 WIB
Pemerintah Buka Opsi Impor Minyak Mentah dari Semua Negara, Termasuk Rusia

PARADAPOS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah membuka opsi impor minyak mentah dari semua negara, termasuk Rusia, untuk menjamin keamanan pasokan BBM di tengah krisis energi global. Pernyataan ini menanggapi tawaran langsung dari Duta Besar Rusia untuk Indonesia.

Kebijakan Impor Minyak Tanpa Pilih-Pilih

Dalam kondisi ketidakpastian pasokan energi dunia, pemerintah Indonesia mengambil sikap pragmatis. Bahlil menegaskan bahwa prioritas utama adalah menjaga ketersediaan bahan bakar minyak bagi masyarakat, tanpa terlalu mempersoalkan asal negara pemasoknya. Pendekatan ini dianggap perlu untuk mengantisipasi gejolak pasar yang dinamis.

“Jadi, jangan kita pilih-pilih sekarang. Dari negara mana saja (bisa impor), yang penting ada,” tegas Bahlil.

Menjawab Tawaran dan Tantangan Pasar Global

Kebijakan ini disampaikan Bahlil menanggapi pembicaraan dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, yang sebelumnya menawarkan kerja sama pengadaan minyak. Menteri ESDM menyatakan akan menginformasikan lebih lanjut jika rencana impor dari Rusia benar-benar terealisasi.

“Kalau sudah jadi (impor dari Rusia), saya akan kabari, ya,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Senin (6 April 2026).

Bahlil juga mengakui ketatnya persaingan di pasar minyak dunia saat ini. Ia menggambarkan situasi di mana kesepakatan yang sudah melalui proses tender pun masih bisa gagal karena tawaran harga yang lebih tinggi dari pesaing. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan betapa pemasok kini memiliki posisi tawar yang kuat dan bisa memilih pembeli dengan penawaran terbaik.

Fokus pada Jaminan Pasokan Domestik

Di balik berbagai opsi dan negosiasi yang dilakukan, pemerintah menempatkan stabilitas pasokan dalam negeri sebagai tujuan akhir. Berbagai skenario dan alternatif sumber impor terus disiapkan untuk mengamankan kebutuhan energi nasional.

“Jadi, kami sekarang membuat beberapa alternatif. Yang penting bagi kami, bagi pemerintah, adalah menjamin agar BBM di Indonesia tetap ada,” pungkas Bahlil menutup penjelasannya.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar