Jatim Pererat Kemitraan dengan Uzbekistan untuk Wisata Religi dan Budaya

- Senin, 06 April 2026 | 16:50 WIB
Jatim Pererat Kemitraan dengan Uzbekistan untuk Wisata Religi dan Budaya

PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat kemitraan dengan Uzbekistan, khususnya Provinsi Samarkand, dalam bidang budaya dan wisata religi. Langkah ini diambil untuk membuka konektivitas yang lebih baik, memfasilitasi tradisi ziarah, serta mendorong pertukaran budaya antara masyarakat kedua wilayah. Pertemuan tingkat tinggi antara pejabat kedua belah pihak digelar di Surabaya, menandai komitmen baru dalam kerja sama bilateral ini.

Pertemuan Tingkat Tinggi di Grahadi

Suasana Gedung Negara Grahadi di Surabaya tampak semarak dengan kedatangan delegasi penting dari Uzbekistan. Kunjungan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, bersama Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, dan Wakil Gubernur Rustam Kobilov, disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pertemuan yang dihadiri pula oleh sejumlah ulama dan akademisi dari kedua sisi ini menunjukkan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya dari aspek pemerintahan tetapi juga keagamaan dan keilmuan.

Gubernur Khofifah menggarisbawahi komposisi delegasi yang lengkap dalam pertemuan tersebut. "Delegasi Uzbekistan hadir lengkap, termasuk imam Masjid Imam Bukhari dan akademisi. Kami juga mengundang alim ulama dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur," jelasnya.

Jejak Spiritual yang Menyatukan

Di balik inisiatif formal ini, terdapat benang merah sejarah dan spiritual yang telah lama terjalin. Khofifah mengungkapkan kedekatan emosional antara Jawa Timur dan Samarkand, yang salah satunya terwujud dalam tradisi ziarah sejumlah warga Jawa Timur ke makam Imam Bukhari di Uzbekistan. Selain itu, terdapat keyakinan akan jejak sejarah Sunan Maulana Malik Ibrahim, salah satu walisongo, yang disebut-sebut berasal dari kawasan tersebut.

Potensi besar inilah yang ingin digali lebih dalam. "Ini berpotensi menjadi daya tarik baru bagi masyarakat Jawa Timur untuk wisata religi," ujar Khofifah menambahkan.

Komitmen dari Samarkand

Sambutan hangat dari Jawa Timur pun dibalas dengan apresiasi dan komitmen serupa dari pihak tamu. Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, menyatakan keinginannya untuk menjalin kerja sama yang lebih luas dan berdampak.

"Kami ingin mengembangkan kerja sama di bidang ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan bersama Jawa Timur," ungkap Boboev.

Langkah Konkret Menuju Konektivitas

Pertemuan ini tidak berhenti pada pembicaraan saja. Pemprov Jatim secara proaktif telah melibatkan pelaku industri, seperti agen perjalanan, untuk segera menjajaki peluang paket wisata religi ke Samarkand. Fokus lainnya adalah membuka akses transportasi yang lebih mudah. Pemerintah mendorong kemungkinan pembukaan rute penerbangan langsung dari Indonesia menuju Samarkand atau ibu kota Tashkent, yang akan memangkas jarak dan mempermudah mobilitas masyarakat.

Khofifah meyakini bahwa infrastruktur konektivitas ini adalah kunci. "Penguatan konektivitas ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarmasyarakat, khususnya dalam pengembangan wisata religi dan pertukaran budaya," tutupnya.

Untuk mematangkan rencana ini, undangan juga diberikan kepada perwakilan ulama dari pesantren-pesantren yang secara khusus mengajarkan kitab hadis Shahih Bukhari. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sejak awal, diharapkan kerja sama ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan hubungan budaya dan ekonomi kedua wilayah.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar