Perwira Seskoad Pelajari Strategi Mitigasi Bencana di Kabupaten Bogor

- Senin, 06 April 2026 | 19:25 WIB
Perwira Seskoad Pelajari Strategi Mitigasi Bencana di Kabupaten Bogor

PARADAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Bogor menjadi lokasi studi lapangan bagi para Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). Kunjungan ini difokuskan untuk mempelajari strategi mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayah yang dikenal memiliki kerentanan tinggi. Bupati Bogor Rudy Susmanto, didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menyambut rombongan di Cibinong pada Senin (8/4/2026).

Sinergi Strategis untuk Ketangguhan Daerah

Dalam sambutannya, Bupati Rudy menilai kunjungan ini sebagai momentum strategis untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan institusi TNI dan Polri. Sinergi ini dinilai krusial, terutama dalam menghadapi beragam tantangan kebencanaan yang kerap melanda wilayahnya.

“Ini menjadi energi baru untuk memperkuat sinergi dalam membangun daerah serta mengabdi bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.

Kompleksitas Tantangan di Kabupaten Terpadat

Rudy memaparkan bahwa kompleksitas penanganan bencana di Kabupaten Bogor tidak lepas dari kondisi demografisnya. Sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia yang mencakup 40 kecamatan serta ratusan desa dan kelurahan, setiap kejadian bencana memerlukan respons yang terkoordinasi dan cepat.

Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat 1.826 kejadian bencana di wilayah tersebut. Kabar baiknya, seluruh insiden tersebut berhasil ditangani melalui mekanisme koordinasi lintas sektor yang telah dibangun.

“Penanganan bencana kami mengedepankan kecepatan dan koordinasi. Tenda pengungsian hanya bersifat sementara, selanjutnya masyarakat difasilitasi hunian sementara yang layak,” jelas Rudy mengenai filosofi penanganan darurat di daerahnya.

Mitigasi Berbasis Kolaborasi dan Infrastruktur

Selain respons tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Bogor juga aktif mendorong upaya mitigasi jangka panjang. Salah satu strateginya adalah melalui pembangunan infrastruktur yang dikerjakan secara kolaboratif dengan TNI. Pembukaan akses jalan di wilayah terpencil, misalnya, tidak hanya berfungsi sebagai jalur evakuasi saat bencana, tetapi juga sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga setempat.

Bupati menegaskan kembali bahwa pendekatan kolaboratif lintas sektor ini merupakan kunci utama untuk membangun ketangguhan daerah yang inklusif dan berdaya saing.

Misi Pembelajaran Para Perwira Siswa

Sementara itu, dari pihak Seskoad dijelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Lapangan Wilayah Pertahanan (KKL Wilhan). Kegiatan yang berlangsung dari 6 hingga 9 April 2026 di wilayah Kodam III/Siliwangi ini mengusung tema sinergitas komponen bangsa dalam penanggulangan bencana untuk memperkuat ketahanan nasional.

KKL Wilhan dirancang sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan para perwira siswa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan wawasan sekaligus kemampuan analisis mereka terhadap dinamika sosial-geografis suatu wilayah. Melalui studi lapangan seperti ini, mereka dapat langsung mengamati implementasi pembinaan teritorial dalam kerangka sistem pertahanan negara yang sesungguhnya, jauh dari teori di ruang kelas.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar