Jurnalis Metro TV Ikut Misi Kemanusiaan Tembus Blokade Israel di Gaza, Jalani Pelatihan Hadapi Intersepsi

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:25 WIB
Jurnalis Metro TV Ikut Misi Kemanusiaan Tembus Blokade Israel di Gaza, Jalani Pelatihan Hadapi Intersepsi
PARADAPOS.COM - Jurnalis Metro TV, Andre Septian, menjadi bagian dari misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang berupaya menembus blokade laut Israel di Jalur Gaza. Ratusan aktivis dari berbagai negara terlibat dalam pelayaran yang dimulai sejak akhir April 2026 ini. Delegasi Indonesia sendiri bertolak pada 28 April 2026, tiba di Turki sehari kemudian, dan langsung melakukan persiapan intensif di Marmaris sebelum kapal berlayar.

Pelatihan Keras Menghadapi Intersepsi

Persiapan yang dijalani para aktivis tidak main-main. Mereka mengikuti pelatihan keselamatan dan simulasi intersepsi oleh militer Israel. Pihak GSF sejak awal sadar bahwa risiko penghadangan sangat tinggi begitu kapal mendekati perairan Gaza. “Nah pelatihan ini sangat berhubungan erat dengan persiapan mereka ketika diintersepsi oleh tentara Zionis Israel,” kata Andre dalam program Metro Siang Metro TV, Sabtu, 23 Mei 2026. Dalam sesi tersebut, para aktivis dibekali protokol keselamatan yang ketat. Mulai dari video SOS hingga langkah ekstrem membuang gawai atau telepon genggam ke laut sesaat sebelum tentara Israel menaiki kapal. “Nah mulai dari gawai yang dipegang oleh masing-masing aktivis ini harus dibuang ke laut. Ini bisa menjadi bukti apabila kedapatan oleh tentara Zionis Israel akan menjadi bukti untuk mereka melakukan pembenaran dan lain sebagainya. Maka dari itu handphone itu harus dibuang,” jelas Andre.

Aturan Ketat di Atas Kapal

Tidak hanya soal gawai, para aktivis juga mendapat pengarahan khusus mengenai gestur tubuh saat intersepsi terjadi. Semua aktivis diwajibkan mengangkat tangan dan dilarang menatap langsung mata tentara Israel. “Tidak boleh melakukan gerakan-gerakan yang mencurigakan, karena itu tadi bisa menjadi pembenaran ketika tentara Zionis Israel itu melihat gerakan mencurigakan, maka akan langsung ditembak. Protokol-protokol keselamatan seperti itu yang kemudian dipelajari oleh seluruh teman-teman aktivis,” tutur Andre. Suasana di atas kapal pun terasa tegang namun penuh disiplin. Setiap peserta tahu bahwa satu gerakan salah bisa berakibat fatal.

Membantah Klaim Sepihak Israel

Andre yang meliput langsung proses bongkar muat kontainer di Turki menegaskan bahwa kapal-kapal tersebut murni membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. Hal ini sekaligus membantah klaim sepihak dari Israel yang kerap menyebut armada GSF tidak membawa bantuan. “Saya melihat langsung dan menyatakan bahwa memang benar ada bantuan kemanusiaan yang dibawa oleh seluruh aktivis,” ungkap Andre. Bantuan yang dipersiapkan meliputi air bersih, air mineral, makanan berprotein tinggi, popok bayi, susu formula bayi, hingga perlengkapan kewanitaan. Semua barang ini, menurut Andre, ditujukan langsung untuk warga Gaza yang hidup di bawah blokade. Sejak blokade laut Gaza diterapkan Israel pada 2007, jalur pelayaran ini menjadi sangat mematikan. Hingga 2026, hanya dua kapal misi kemanusiaan yang berhasil menembus pantai Gaza, yakni pada 2008. Selebihnya selalu berujung pada pencegatan dan penahanan oleh militer Israel. “Bantuan-bantuan tersebut akhirnya terapung-apung di masing-masing kapal yang sebelumnya pernah ditumpangi para aktivis. Ada juga yang memang dibawa oleh pasukan Zionis Israel dan dinyatakan tidak ada bantuan. Padahal di situ ada bantuan seperti yang kemarin saya melihat,” ucapnya.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar