PARADAPOS.COM - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, secara terbuka menyatakan kekecewaannya setelah Konferensi Peninjauan Kesebelas Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) gagal menghasilkan kesepakatan substantif. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan global dan risiko penyebaran senjata nuklir yang kian nyata. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengonfirmasi hal tersebut pada Sabtu, 23 Mei 2026, menandai kegagalan negara-negara peserta untuk mencapai konsensus di saat kritis.
Kekecewaan di Tengah Meningkatnya Risiko Global
Dujarric menyampaikan bahwa Guterres menyesalkan ketidakmampuan konferensi untuk memanfaatkan momentum penting ini. Padahal, pertemuan tersebut diharapkan bisa menjadi panggung bagi negara-negara anggota untuk memperkuat komitmen bersama demi keamanan dunia.
“Sekretaris Jenderal menyampaikan kekecewaannya atas ketidakmampuan konferensi untuk mencapai konsensus tentang hasil substantif dan memanfaatkan kesempatan penting ini guna menjadikan dunia lebih aman,” kata Dujarric.
NPT sendiri merupakan perjanjian internasional yang dirancang untuk tiga tujuan utama: mencegah penyebaran senjata nuklir, mendorong pelucutan senjata, dan memastikan penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai. Tanpa hasil konkret, fondasi perjanjian ini dianggap semakin rapuh.
Seruan untuk Tindakan Mendesak
Meskipun kecewa, Guterres tetap mengapresiasi keterlibatan aktif para peserta dalam diskusi. Namun, ia menilai bahwa situasi global saat ini tidak bisa lagi ditangani hanya dengan retorika.
“Lingkungan internasional saat ini, yang ditandai ketegangan mendalam dan meningkatnya risiko akibat senjata nuklir, menuntut tindakan mendesak,” ujar Dujarric.
Di tengah suasana perundingan yang alot, Sekjen PBB mendesak seluruh negara anggota untuk kembali mengedepankan jalur dialog dan diplomasi. Menurutnya, negosiasi yang tulus adalah satu-satunya cara untuk meredakan ketegangan dan mengurangi risiko eskalasi nuklir.
PBB pun menegaskan kembali komitmennya terhadap visi dunia yang bebas dari senjata nuklir. Organisasi ini menilai NPT tetap menjadi pilar utama dalam rezim non-proliferasi global, meskipun tantangan di lapangan semakin kompleks.
Apresiasi untuk Kepemimpinan Konferensi
Di akhir pernyataan resminya, Guterres menyampaikan rasa terima kasih kepada Do Hung Viet, yang menjabat sebagai presiden konferensi. Ia menilai kepemimpinan Viet selama proses perundingan patut dihargai, meskipun hasil akhirnya belum sesuai harapan.
Suasana di markas besar PBB pagi itu terasa berat. Para delegasi meninggalkan ruang konferensi dengan wajah datar, menyadari bahwa peluang besar untuk memperkuat arsitektur keamanan global telah berlalu tanpa kesepakatan berarti.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Mendagri Tito Karnavian Serahkan Mobil Damkar Fire Hawk ke Bener Meriah untuk Dukung Layanan Darurat Pascabencana
Topan Maysak Picu Banjir Bandang di Guangxi, Puluhan Ribu Warga Mengungsi
Mulai Juli 2026, 850 Ribu Ojol Resmi Berstatus Pelaku UMKM dengan Potongan Tarif Maksimal 8 Persen
Prabowo Hadiahkan Satu Set Angklung ke PM Modi, Momen Diplomasi Budaya di Istana Merdeka