PARADAPOS.COM - Tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berhasil menciptakan sebuah perangkat wearable cerdas yang dapat melepaskan aroma parfum secara otomatis. Inovasi yang mereka beri nama Ounurscens ini dirancang untuk menjawab tantangan para profesional yang menginginkan keharuman tubuh yang konsisten sepanjang hari tanpa repot mengaplikasikan ulang. Perangkat yang dipasang pada pakaian ini dikendalikan via aplikasi berbasis AI, memungkinkan pengaturan intensitas dan jadwal semprotan aroma sesuai dengan aktivitas pengguna.
Mengatasi Kekurangan Parfum Konvensional
Ide pengembangan perangkat ini berawal dari observasi terhadap kebiasaan pengguna parfum mewah, khususnya kalangan profesional dengan mobilitas tinggi. Athar Hisyam Fadhilah, salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa mereka melihat celah antara keinginan untuk selalu tampil prima dengan kenyataan praktik penggunaan parfum botolan yang dianggap kurang praktis.
Athar menuturkan, "Kami melihat pengguna luxury fragrance, khususnya profesional dengan mobilitas tinggi, ingin selalu menjaga penampilan, termasuk keharuman. Namun, penggunaan parfum konvensional dinilai kurang praktis karena harus dibawa dan diaplikasikan ulang. Dari situ kami mencoba menghadirkan solusi yang lebih seamless melalui perangkat wearable."
Dengan pendekatan ini, pengalaman menggunakan wewangian menjadi lebih personal dan kontekstual. Pengguna dapat, misalnya, mengatur pelepasan aroma yang lebih intens sebelum rapat penting atau aroma yang lebih segar di akhir hari.
Integrasi Teknologi AI dan Medium Pakaian
Keunggulan utama Ounurscens terletak pada integrasinya dengan kecerdasan buatan. Aplikasi pendampingnya mempelajari rutinitas pengguna, sehingga dapat menyesuaikan waktu dan intensitas penyemprotan aroma secara otomatis. Selain itu, tim ini memilih pakaian sebagai medium penyebaran, sebuah keputusan yang didasari pertimbangan teknis.
Mereka menemukan bahwa aplikasi aroma pada kain cenderung mempertahankan keharuman lebih lama dibandingkan pada kulit, yang lebih cepat menyerap dan menguapkan wewangian. Hal ini sekaligus menggeser paradigma parfum dari sekadar produk kosmetik menjadi bagian dari ekosistem gaya hidup teknologi yang adaptif.
Lebih jauh, Athar mengungkapkan visi timnya terhadap industri wewangian. "Kami juga melihat parfum sebagai produk luxury yang tidak terlihat. Karena itu kami ingin menghadirkan cara baru agar fragrance tidak hanya bisa dirasakan, tetapi juga menjadi bagian dari ekspresi dan gaya hidup pengguna," jelasnya.
Diakui di Kompetisi Inovasi Global
Relevansi inovasi ini tidak hanya sekadar wacana, tetapi telah diuji dalam ajang bergengsi. Tim Ounurscens yang juga beranggotakan Muhammad Ihsan Djojodiwirjo dan Hafizh Muhammad ini berhasil menjadi finalis nasional dalam National Finals L’Oréal Brandstorm 2026 di Jakarta. Kompetisi global yang mengusung tema "Craft the Future Luxury Fragrance" itu diikuti peserta dari lebih 63 negara.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa solusi yang mereka tawarkan selaras dengan tren industri parfum mewah global yang semakin mengedepankan personalisasi mendalam dan integrasi teknologi yang mulus dalam keseharian. Keberhasilan mahasiswa UI ini mencerminkan kemampuan mereka dalam membaca peluang dan merespons dinamika pasar dengan solusi berbasis teknologi yang matang.
Artikel Terkait
PBNU Dukung Pelarangan Vape Jika Terbukti Jadi Sarana Utama Narkoba
Inflasi Banyuwangi Maret 2026 Lebih Rendah dari Nasional di Tengah Tekanan Ramadan
Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Khusus untuk Berantas Penipuan dan Haji Ilegal
Gubernur Pramono Anung Panggil Seluruh PPSU, Tak Ada Toleransi untuk Manipulasi Laporan di JAKI