PARADAPOS.COM - Pemerintah Iran mengeksekusi mati seorang warganya, Mojtaba Kian, pada hari Minggu, 24 Mei 2026, setelah ia dinyatakan bersalah atas tuduhan spionase untuk kepentingan Israel dan Amerika Serikat. Eksekusi dengan cara digantung ini menjadi yang pertama kali terkonfirmasi di publik sejak konflik bersenjata antara Iran dengan kedua negara tersebut meletus hampir 40 hari lalu.
Informasi Pertahanan Dikirim ke Jaringan Musuh
Otoritas Iran menyatakan bahwa Kian telah mengirimkan data sensitif mengenai sektor industri pertahanan negara kepada pihak lawan. “Mojtaba Kian... yang mengirimkan informasi terkait unit industri pertahanan negara kepada musuh, digantung pagi ini,” demikian pernyataan resmi yang dimuat di situs Mizan Online, portal berita milik Kementerian Kehakiman Iran.
Menurut laporan yang sama, pria tersebut tidak hanya mengirimkan data umum. Ia secara spesifik membocorkan koordinat dan detail mengenai fasilitas produksi suku cadang untuk industri pertahanan Iran. “(Kian) mengirimkan beberapa pesan ke jaringan musuh yang berafiliasi dengan musuh Zionis-Amerika, termasuk koordinat dan informasi tentang fasilitas yang memproduksi suku cadang terkait industri pertahanan negara,” tulis Mizan Online dalam laporannya.
Peran Media dan Serangan Terhadap Target
Proses pengiriman informasi itu dilakukan melalui jaringan televisi satelit. Meski demikian, Mizan Online tidak menyebutkan secara eksplisit nama jaringan media yang dimaksud. Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, aparat Iran kerap menuding media berbahasa Persia yang berbasis di luar negeri sebagai kaki tangan Israel.
Konsekuensi dari kebocoran informasi itu pun disebut langsung berujung pada serangan. Menurut pengakuan otoritas setempat, salah satu lokasi yang menjadi target di Iran berhasil diserang setelah Kian membocorkan informasi tentang keberadaannya.
Proses Hukum yang Cepat
Salah satu sorotan dalam kasus ini adalah cepatnya rentang waktu antara penangkapan dan eksekusi. Mizan Online mengungkapkan bahwa hukuman gantung dijatuhkan kurang dari 50 hari setelah Kian pertama kali ditahan. Seluruh aset miliknya juga telah disita oleh negara.
Namun, laporan resmi tidak memberikan detail lebih jauh mengenai latar belakang pribadi terpidana. Tidak ada informasi mengenai usia, riwayat pendidikan, maupun pekerjaan Mojtaba Kian sebelum ia ditangkap.
Kebijakan Berulang Iran terhadap Mata-mata
Kasus ini bukanlah yang pertama kalinya bagi Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut berulang kali menjatuhkan hukuman mati, termasuk hukuman gantung, terhadap individu yang terbukti memiliki keterkaitan dengan badan intelijen Israel, Mossad. Pengumuman eksekusi semacam ini kerap disiarkan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk peringatan.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Ledakan Bom Bunuh Diri di Pakistan Tewaskan 24 Personel Militer dan Keluarga yang Hendak Rayakan Idul Adha
Baku Tembak di Gedung Putih: Pria Bersenjata Tewas Usai Lepaskan Puluhan Tembakan, Trump Selamat
Trump Tunda Serangan ke Iran, Beri Ruang bagi Jalur Diplomasi
Video AI Viral Perlihatkan Trump Melempar Stephen Colbert ke Tempat Sampah, Picu Perdebatan Politik