Pejabat Israel Ancam Serang Iran dan Perluas Target ke Lebanon

- Senin, 13 April 2026 | 06:00 WIB
Pejabat Israel Ancam Serang Iran dan Perluas Target ke Lebanon

PARADAPOS.COM - Sejumlah pejabat tinggi Israel menyuarakan ancaman serangan militer lanjutan terhadap Iran, menyusul kegagalan perundingan damai antara Teheran dan Amerika Serikat. Pernyataan keras ini muncul di tengah situasi genting pasca-berakhirnya gencatan senjata dua minggu yang sempat meredakan ketegangan di kawasan. Ancaman tersebut juga merambah ke Lebanon, dengan seruan untuk memperluas target serangan di negara tersebut.

Ancaman Serangan Jika Kesepakatan Tak Tercapai

Menteri Energi Israel, Eli Cohen, secara terbuka menyatakan bahwa opsi militer terhadap Iran tetap terbuka. Dalam wawancaranya dengan harian Yedioth Ahronoth, Cohen menegaskan posisi tegas pemerintahnya mengenai program nuklir Iran, yang dianggap sebagai ancaman internasional.

“Isu nuklir bersifat internasional, dan bagus bahwa (Presiden AS Donald) Trump telah menetapkan garis merah dalam masalah ini,” tuturnya.

Dengan nada yang tidak ambigu, Cohen menambahkan, “Jika tidak ada kesepakatan, Iran dapat diserang.”

Eskalasi di Front Lebanon

Ancaman tidak hanya ditujukan ke Iran. Cohen juga mengemukakan pandangannya mengenai konflik di perbatasan utara Israel dengan Lebanon. Ia menyerukan agar operasi militer tidak hanya difokuskan pada kelompok Hizbullah, tetapi juga diperluas untuk menargetkan infrastruktur vital Lebanon.

Pernyataan ini disampaikan tepat di saat kedua negara, melalui mediasi, telah menyepakati pertemuan langsung di Washington DC untuk membicarakan gencatan senjata. Namun, Cohen tampaknya pesimis dengan jalur diplomasi tersebut.

“Saya telah mengatakan hal ini di kabinet. Saya tidak melihat peluang keberhasilan yang tinggi untuk negosiasi ini,” ujarnya.

Peringatan dari Menteri Ekonomi

Pandangan serupa diungkapkan oleh Menteri Ekonomi Israel, Nir Barkat. Dalam sebuah wawancara televisi, Barkat menyampaikan keyakinannya bahwa koalisi AS-Israel akan mencapai tujuan perangnya. Ia menilai kepemimpinan Iran meremehkan tekad dari Washington dan Tel Aviv.

“Para pejabat Iran tidak memahami tekad Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kita akan kembali berperang dan mencapai tujuannya,” tegas Barkat.

Pernyataan-pernyataan dari dalam kabinet Israel ini menggambarkan suasana politik yang masih sangat panas. Meski perundingan damai telah diupayakan, retorika perang justru kembali mengemuka, menambah ketidakpastian di kawasan Timur Tengah yang sudah rentan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar