Mendagri Dorong Daerah di Sumut Hibahkan Dana untuk Penanganan Bencana Aceh

- Senin, 13 April 2026 | 08:25 WIB
Mendagri Dorong Daerah di Sumut Hibahkan Dana untuk Penanganan Bencana Aceh

PARADAPOS.COM - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah di Sumatera Utara yang terdampak ringan atau bahkan tidak terdampak bencana untuk mengalihkan sebagian dana transfer daerah mereka guna membantu penanganan kerusakan yang lebih parah di Aceh. Imbauan ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin (13/4/2026), sebagai upaya mempercepat pemulihan berbasis solidaritas antarwilayah.

Dorongan Solidaritas Antar Daerah

Dalam paparannya, Tito Karnavian mengungkapkan bahwa ia telah menggelar rapat koordinasi virtual dengan delapan pemerintah daerah di Sumatera Utara. Inti dari pertemuan tersebut adalah mengajak daerah-daerah yang menerima alokasi dana cukup besar namun minim dampak bencana untuk berbagi melalui mekanisme hibah.

“Saya kemudian Zoom meeting, mengimbau kepada delapan daerah yang ada di Sumatera Utara yang terdampak sedikit dan ada yang tidak terdampak, hanya dua, yang lainnya nggak terdampak sama sekali tapi dapat uang tambahan. Nah, ini yang saya dorong, tolonglah kemanusiaan,” tutur Tito.

Ia menekankan bahwa fokus bantuan diarahkan ke wilayah Aceh yang mengalami kerusakan signifikan namun tidak mendapat tambahan anggaran khusus. “Di daerah-daerah yang berat itu di Aceh, yang nggak ada tambahan, itu dibantu dari Sumatera Utara yang dapat besar tapi nggak terdampak, atau terdampaknya dikit,” sambungnya.

Rincian Alokasi dan Komitmen Daerah

Menteri yang pernah menjabat Kapolri ini memberikan contoh konkret mengenai besaran anggaran. Kota Medan, misalnya, menerima alokasi sekitar Rp565 miliar, sementara Deli Serdang mendapatkan Rp493 miliar. Menurut penilaiannya, sebagian dari dana tersebut dapat dialihkan tanpa mengganggu kebutuhan daerah asal.

“Simalungun nggak terdampak, dapat Rp 412 (miliar), Rp 30 miliar untuk Aceh Utara yang berat, berat Aceh Utara. Asahan nggak begitu terdampak, ada dampak banjir sebentar, Rp 261 miliar, Rp 30 (miliar) (buat Aceh),” ujarnya merinci.

Tak hanya itu, daerah lain seperti Serdang Bedagai, Labuhanbatu, dan Pematangsiantar juga diharapkan dapat berkontribusi untuk wilayah terdampak di Aceh seperti Gayo Lues dan Bener Meriah. Mekanisme hibah antar daerah menjadi instrumen yang diandalkan untuk realisasi ini.

“Bantulah Rp 25 miliar, Gayo Lues, Bener Meriah, ini. Nah, sudah kami komunikasikan. Kami komunikasikan dan mereka, mereka nggak keberatan. Sudah membuat pernyataan dan mereka akan melakukan mekanisme hibah,” lanjut Tito, mengonfirmasi adanya komitmen awal dari para kepala daerah.

Semata untuk Akselerasi Penanganan

Tito Karnavian menegaskan bahwa langkah ini murni didorong oleh pertimbangan kemanusiaan dan percepatan penanganan. Pemerintah pusat berharap kebijakan yang bersifat kolaboratif ini mendapat dukungan penuh dari legislatif agar eksekusinya bisa optimal di lapangan.

“Inilah yang kami sampaikan kepada seluruh kepala daerah yang delapan ini di Sumut, dan juga di Aceh, agar mereka melakukan mekanisme hibah ini. Nah, ini yang kami laporkan juga untuk mohon dukungan dari Komisi II, semata-mata hanya kemanusiaan aja,” jelasnya menutup paparan.

Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memanfaatkan fleksibilitas anggaran daerah dalam situasi darurat, mengedepankan prinsip gotong royong untuk meringankan beban wilayah yang paling menderita.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar