PARADAPOS.COM - Penyerang Persija Jakarta, Eksel Runtukahu, memilih untuk fokus pada kontribusinya di klub ketimbang membebani diri dengan wacana pemanggilan ke Timnas Indonesia. Pernyataan tegasnya disampaikan usai laga melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (11/4/2026), di tengah sorotan publik yang menjagokannya untuk ASEAN Cup 2026 berkat performa gemilangnya di Super League 2025/2026.
Fokus pada Kontribusi untuk Persija
Di tengai hiruk-pikuk pujian dan ekspektasi, Eksel Runtukahu justru menunjukkan sikap rendah hati dan profesional. Pemain asal Tondano itu dengan jelas menempatkan prioritasnya pada tugas di lapangan hijau bersama Macan Kemayoran, alih-alih terpengaruh oleh desas-desus seputar skuad Garuda.
Dalam sesi jumpa pers yang digelar, striker berusia 27 tahun itu secara gamblang mengungkapkan prinsipnya. Suasana ruang konferensi pers saat itu terasa hangat, mencerminkan ketenangan sang pemain di tengai tekanan.
"Ya, saya tidak berharap untuk ke situ (dipanggil ke Timnas Indonesia). Tapi, saya akan memberikan yang terbaik untuk tim (Persija). Kalau memang dari Tuhan ada kesempatan buat ke Timnas, saya akan memberikan yang terbaik untuk itu," tegasnya dengan nada percaya diri namun penuh kesadaran.
Bersaing dan Belajar di Tengah Bintang Asing
Posisi Eksel di Persija memang tidak mudah. Ia harus bersaing ketat dengan deretan penyerang mumpuni, mulai dari Gustavo Almeida, Emaxwell, Alaaeddine Ajaraie, hingga Mauro Zijlstra. Namun, persaingan sengit ini justru ia hadapi dengan pola pikir yang berbeda.
Alih-alih melihatnya sebagai ancaman, Eksel memandang rekan-rekan setimnya sebagai sumber motivasi dan pembelajaran. Pendekatan ini rupanya menjadi salah satu kunci yang membawanya menjadi salah satu striker lokal tersubur di liga, sejajar dengan nama seperti Ezra Walian.
"Buat saya, pemain-pemain yang datang ke Persija saya anggap bukan saingan, tapi saudara saya. Itu jadi motivasi saya. Kami saling bicara buat tim. Siapa yang lebih bagus, pasti dia akan main," ungkapnya, menjelaskan dinamika positif di dalam ruang ganti.
Konsistensi sebagai Kunci Menuju Timnas
Eksel menyadari bahwa jalan menuju Timnas Indonesia di bawah pelatih John Herdman tidak bisa dipaksakan. Performanya yang dinilai banyak pengamat bahkan lebih menjanjikan daripada beberapa pemain abroad di lini depan, harus dipertahankan dengan konsistensi tinggi.
Ia meyakini bahwa performa yang terus menerus mentereng di level klub adalah bahasa universal yang paling persuasif. Dengan konsentrasi penuh pada setiap laga bersama Persija, ia percaya bahwa peluang untuk membela Merah Putih akan datang pada waktunya, tanpa perlu dikejar-kejar.
Prinsip ini menunjukkan kedewasaannya sebagai atlet, memahami bahwa kualitas kerja di lapangan, pada akhirnya, akan berbicara lebih lantang daripada segala bentuk spekulasi atau wacana di luar garis putih.
Artikel Terkait
Kaltim Rancang Insentif Khusus untuk Pemerataan Dokter Spesialis ke Pedalaman
BPMP Kepri Gelar Forum Publik untuk Tingkatkan Transparansi dan Layanan Inklusif
KPK: Motif Pribadi Juga Picu Korupsi Kepala Daerah Pilkada 2024
Menteri HAM Nilai Pelaporan Dua Akademisi ke Polisi Tidak Perlu