Ribuan Koperasi Merah Putih Rampung Dibangun, Namun Belum Bisa Beroperasi

- Senin, 13 April 2026 | 22:25 WIB
Ribuan Koperasi Merah Putih Rampung Dibangun, Namun Belum Bisa Beroperasi

PARADAPOS.COM - Ribuan unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah rampung dibangun secara fisik, namun mayoritas di antaranya belum dapat beroperasi. Pemerintah mengakui bahwa penyelesaian gedung hanyalah langkah awal, sementara kelengkapan penunjang seperti logistik dan alat transportasi masih dalam proses penyiapan. Program yang menargetkan puluhan ribu koperasi ini dirancang untuk menyerap tenaga kerja lokal dan memberdayakan kelompok masyarakat rentan, dengan harapan menjadi penggerak ekonomi desa yang mandiri.

Progres Fisik dan Tantangan Operasional

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyebutkan, sebanyak 4.741 unit koperasi telah dinyatakan selesai secara fisik. Namun, angka tersebut belum diikuti dengan kemampuan operasional. Pemerintah masih harus melengkapi berbagai aspek pendukung sebelum koperasi-koperasi tersebut bisa benar-benar berfungsi.

Farida menjelaskan, fokus saat ini tidak hanya pada bangunan. "Yang 100 persen sudah selesai ini secara bertahap akan dilengkapi dengan kelengkapan dan alat transportasi yang hari ini sedang dalam proses pengisian," tuturnya. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa membangun ekosistem yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar konstruksi.

Penyerapan Tenaga Kerja dan Pemberdayaan Masyarakat

Di balik upaya penyiapan infrastruktur, aspek sumber daya manusia menjadi perhatian serius. Setiap unit koperasi dirancang untuk menyerap sekitar 15 hingga 18 pekerja dari berbagai posisi, seperti sopir, petugas keamanan, dan staf operasional. Kebijakan ini secara tegas memprioritaskan masyarakat setempat, agar manfaat ekonomi langsung dirasakan oleh warga desa.

Langkah pemberdayaan bahkan diperluas dengan membuka peluang bagi penerima bantuan sosial. Proses rekrutmen akan disinkronkan dengan data Kemensos untuk menyasar masyarakat dari Desil 1 hingga 4, yaitu kelompok miskin dan rentan. Dengan demikian, koperasi diharapkan tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga instrumen penanggulangan kemiskinan yang tepat sasaran.

Target Jangka Panjang dan Skema Pengelolaan

Pemerintah memasang target yang cukup ambisius, dengan rencana menyelesaikan 20 ribu hingga 30 ribu unit koperasi di seluruh Indonesia hingga pertengahan 2026. Untuk memastikan kelancaran operasional di tahap awal, pengelolaan akan ditangani oleh PT Agrinas Pangan Nusantara selama dua tahun sebelum diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa peran pengurus lokal tetap krusial. Ia menyebut pengurus desa akan dilibatkan sebagai pengendali dan pemantau, memastikan arah pengelolaan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Skema Manfaat yang Berpihak pada Desa

Yang menarik dari program ini adalah skema pembagian keuntungan yang dirancang sangat berpihak pada warga. Sebanyak 97 persen keuntungan dari operasional koperasi akan dialokasikan kembali ke desa. Dari jumlah tersebut, sekitar 82 persen rencananya akan disalurkan secara rutin setiap bulan kepada masyarakat dalam bentuk kupon. Skema ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan, memperkuat posisi koperasi sebagai tulang punggung perekonomian di tingkat desa.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar