PARADAPOS.COM - Kegiatan belajar mengajar di SD Kristen Marfenfen, Kepulauan Aru Selatan, akhirnya kembali bergulir setelah sempat terhenti akibat kekurangan guru. Inisiatif ini dipelopori oleh personel TNI Angkatan Laut dari Pangkalan Udara (Lanudal) Aru yang turun tangan langsung mengisi kekosongan tenaga pendidik, bekerja sama dengan guru-guru lokal yang bertahan. Pembukaan kembali sekolah tersebut menandai kebangkitan semangat pendidikan bagi puluhan anak di wilayah terpencil ini.
Kolaborasi TNI dan Guru Lokal Bangkitkan Sekolah
Upaya menghidupkan kembali aktivitas di SD Kristen Marfenfen dimulai dengan pembukaan resmi yang dipimpin Komandan Lanudal Aru, Mayor Laut (T) Janjte Katimin. Momentum ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi fondasi operasional bagi kelangsungan pendidikan. Di lapangan, tantangan utama adalah minimnya jumlah pengajar. Untuk mengatasinya, tiga personel Lanudal Aru—Serda MPU Muhammad Apippudin, Serda MPU Abdullah Tuasikal, dan Kld MPU Vitto Firmansyah—rela menjalani peran ganda sebagai prajurit dan pendidik.
Mereka tidak bekerja sendirian. Di sekolah, mereka bersinergi dengan dua tenaga pendidik setempat yang telah lama berjuang di tengah keterbatasan: Ibu Cindi Tirjuil, seorang guru honorer, dan Ibu Regina Tiljur, yang mengabdi sebagai guru sukarelawan. Kolaborasi antara disiplin militer dan dedikasi lokal ini menciptakan dinamika baru yang langsung dirasakan para siswa.
Antusiasme Siswa dan Harapan Keberlanjutan
Dampak kehadiran para pengajar baru ini terlihat nyata sejak hari pertama. Ruang kelas yang sebelumnya sepi kembali riuh oleh tawa dan semangat belajar anak-anak. Wajah-wajah ceria dan antusiasme mereka menjadi bukti paling gamblang tentang betapa vitalnya akses pendidikan, bahkan di daerah paling terpencil sekalipun. Suasana ini memperkuat keyakinan bahwa upaya yang dilakukan bukan sekadar bantuan temporer, melainkan investasi untuk masa depan daerah.
Dalam kesempatan terpisah, Komandan Lanudal Aru menekankan bahwa langkah ini adalah wujud tanggung jawab bersama dalam memenuhi hak dasar anak untuk belajar. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan.
"Dengan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar ini, diharapkan semangat belajar serta prestasi siswa semakin meningkat. Selain itu, dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan guna menjaga keberlanjutan tenaga pendidik, sehingga upaya menciptakan masa depan pendidikan yang lebih baik di Kepulauan Aru Selatan dapat terwujud," tegasnya.
Selaras dengan Komitmen Pembangunan SDM
Inisiatif personel Lanudal Aru ini sejalan dengan arahan pimpinan TNI AL yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan, sebagai prioritas. Langkah nyata di lapangan seperti ini mencerminkan pemahaman bahwa keamanan suatu bangsa tidak hanya dibangun di garis perbatasan, tetapi juga dari bangku sekolah di daerah tertinggal. Keberhasilan membangkitkan SD Kristen Marfenfen diharapkan dapat menjadi contoh dan motivasi bagi terbukanya akses pendidikan yang lebih merata di penjuru negeri.
Artikel Terkait
Indonesia Kembangkan Asuransi Parametrik untuk Percepat Pemulihan Pascabencana
Pemkab Bekasi Tutup TPA Ilegal di Desa Sriamur Usai Keluhan Warga
Percobaan Curanmor di Lumajang Berujung Ancaman Celurit
Bawaslu DIY Gandeng TVRI Yogyakarta untuk Edukasi Politik Berkelanjutan