PARADAPOS.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi menjalin kemitraan dengan TVRI Yogyakarta. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk memperkuat edukasi politik masyarakat, tidak hanya menjelang pemilu, tetapi sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas partisipasi demokrasi di wilayah tersebut.
Fokus pada Kualitas Partisipasi
DIY selama ini dikenal dengan catatan positif dalam penyelenggaraan pemilu, dengan tingkat pelanggaran yang rendah dan partisipasi pemilih yang konsisten tinggi. Namun, Ketua Bawaslu DIY, Muhammad Najib, melihat bahwa tantangan ke depan lebih kompleks. Menurutnya, menjaga angka partisipasi saja tidak cukup; yang lebih penting adalah memperdalam pemahaman masyarakat tentang proses demokrasi secara utuh. Hal ini mencakup kemampuan memilah informasi, menolak politik uang, dan terlibat aktif dalam pengawasan.
Sinergi dengan Media Publik
Najib menilai kerja sama dengan lembaga penyiaran publik seperti TVRI Yogyakarta merupakan langkah tepat. Jangkauan siaran yang luas dan kredibilitasnya diharapkan dapat menyampaikan konten edukasi politik yang informatif dan mudah dicerna oleh berbagai lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa edukasi ini harus menjadi program yang terus-menerus, bukan hanya seremonial saat musim pemilu tiba.
Dalam penjelasannya, Najib menyampaikan evaluasi positif terhadap Pemilu 2024 di DIY. "Pemilu 2024 kemarin, kalau kita evaluasi, di DIY ini relatif baik. Dalam konteks pengawasan, kami merasa bisa menjalankan tugas dengan baik," ungkapnya. Ia melanjutkan, "Kerja sama dengan TVRI melalui penandatanganan MoU ini diharapkan membangun sinergi lebih luas dengan berbagai lembaga, sehingga TVRI dapat mengambil peran signifikan dalam mengedukasi masyarakat."
Harapan untuk Demokrasi yang Lebih Matang
Melalui kemitraan ini, Bawaslu DIY berharap dapat membekali publik dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hak dan kewajiban mereka dalam sistem demokrasi. Tujuannya adalah mendorong partisipasi yang tidak hanya aktif, tetapi juga kritis dan konstruktif. Ke depan, diharapkan lahir berbagai program kreatif dari kolaborasi ini yang mampu merangsang keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu, sehingga kualitas demokrasi di Yogyakarta dapat terus ditingkatkan dan dijaga.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Peringatkan Ancaman Pangan dan ISPA Akibat El Nino
Trump Ancam Pecat Ketua The Fed Jerome Powell Jika Tak Lengser Tepat Waktu
Mangkunegaran Run 2026 Diikuti 7.750 Pelari, Raih Sertifikasi World Athletics
BKI Perkuat Kerja Sama Survei Kapal dengan Tiongkok, Siap Buka Layanan Langsung