Warga Gandaria Utara Pasang Gerbang Otomatis Tenaga Surya untuk Cegah Pencurian

- Selasa, 14 April 2026 | 09:50 WIB
Warga Gandaria Utara Pasang Gerbang Otomatis Tenaga Surya untuk Cegah Pencurian

PARADAPOS.COM - Warga di RT 11/RW 07, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, kini mengandalkan teknologi gerbang otomatis bertenaga surya untuk mengamankan akses masuk dan keluar lingkungan mereka. Inisiatif yang meniru sistem smart gate di tempat parkir komersial ini diambil sebagai langkah preventif menekan angka kejahatan, terutama pencurian kendaraan bermotor di jam-jam rawan.

Empat Titik Pengamanan dengan Sistem Kartu

Berdasarkan pantauan di lokasi, sistem keamanan mandiri ini telah dipasang di empat titik strategis yang menjadi akses utama kawasan tersebut, salah satunya di Gang H Jeni I. Gerbang otomatis ini tidak bergantung pada listrik PLN, melainkan memanfaatkan panel surya sebagai sumber daya, menunjukkan pertimbangan efisiensi dan keberlanjutan. Untuk mengoperasikannya, hanya warga yang memiliki kartu akses khusus yang dapat membuka gerbang, dilengkapi dengan pemantauan CCTV yang terpasang tepat di lokasi.

Operasional Terbatas pada Jam Rawan

Menurut Ketua RT 11, Imam Basori, gerbang tidak terkunci sepanjang hari. Penguncian hanya diberlakukan pada rentang waktu yang dianggap paling rawan, yaitu dari pukul 00.00 hingga 05.30 WIB. Pada jam-jam inilah, hanya pemegang kartu akses yang bisa melintas masuk atau keluar lingkungan.

Imam menjelaskan, kebijakan operasional ini diambil setelah menimbang pola kejahatan dan tingginya intensitas lalu lintas kendaraan asing yang melintas di gang sempit pada malam hari. Kekhawatiran warga akan pencurian motor menjadi pendorong utama pencarian solusi.

Ide Berawal dari Adaptasi Teknologi Sederhana

Gagasan untuk menerapkan smart gate ini berasal dari Imam Basori sendiri. Ia terinspirasi dari sistem keamanan yang sudah umum diterapkan di perkantoran dan kompleks perumahan tertutup, lalu menawarkan adaptasinya untuk lingkungan padat penduduk.

"Mungkin kita bisa melihat dari yang sudah dibuat di kantor-kantor maupun di kompleks rumah mewah, apa salahnya kalau seumpama kita terapkan di lingkungan yang gang-gang sempit seperti ini yang padat penduduk. Jadi, kita buat simpel tapi banyak manfaat dan juga ini ya," ujar Imam (43).

Langkah warga RT 11 ini menggambarkan bagaimana inovasi teknologi sederhana dapat diadopsi secara mandiri oleh masyarakat untuk meningkatkan rasa aman di lingkungan tempat tinggal mereka, menciptakan sistem proteksi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar