PARADAPOS.COM - Pengusaha dan Ketua Komite Nasional Advokat Indonesia (KNAI), Pablo Benua, mengungkapkan keprihatinan mendalamnya terhadap kondisi pendidikan di Kawasan Timur Indonesia. Kepedulian ini kemudian diwujudkan dalam aksi nyata berupa penggalangan dan penyaluran donasi sebesar Rp 1 miliar dari para advokat anggota KNAI. Dana tersebut disalurkan melalui organisasi kemasyarakatan Garuda Nasionalis Indonesia untuk membantu pembangunan pendidikan di wilayah timur.
Inspirasi dari Kepekaan Sosial Keluarga
Dalam sebuah acara halal bihalal yang dihadiri sekitar 300 perwakilan anggota KNAI, Pablo Benua—yang akrab disapa Sultan Sentul—menceritakan asal mula ketertarikannya pada isu pendidikan ini. Cerita itu berawal dari kepekaan sosial sang istri, Rey Utami, yang juga seorang advokat.
“Jadi gini, istri saya (red: Rey Utami) itu kan punya kepekaan sosial tinggi. Makanya kalau kalian lihat konten Youtube dia, isinya banyak soal berbagi. Nah, belakangan ini, terutama setelah jadi advokat, dia punya konsen terhadap dunia pendidikan,” kisah Pablo.
Ia menggambarkan bagaimana Rey sering kali menunjukkan kepedulian yang mendalam, bahkan sampai menitikkan air mata, ketika melihat kesenjangan fasilitas dan kondisi belajar antara anak-anak di Kawasan Timur Indonesia dengan mereka yang ada di Pulau Jawa.
“Pokoknya kalau lagi ngobrol berdua, Rey sering menunjukkan foto atau video tentang kondisi anak sekolah di kawasan timur. Bahkan, tidak jarang dengan mata berkaca-kaca,” cerita Pablo sambil tersenyum membayangkan ekspresi melankolus sang istri.
Solidaritas Cepat dari Seluruh Anggota KNAI
Rupanya, empati terhadap nasib pendidikan di timur Indonesia tidak hanya dirasakan oleh keluarga Pablo. Semangat yang sama juga hidup di kalangan para advokat anggota KNAI. Ketika ide untuk berkontribusi secara nyata diutarakan oleh Pablo, respons yang diterima sangatlah menggembirakan.
“Ini yang sangat saya respect dari para lawyer KNAI. Waktu saya ajak untuk lakukan tindakan nyata, semua sepakat dan langsung sisihkan donasi sesuai kemampuan masing-masing. Luar biasa,” tegasnya, memuji solidaritas koleganya.
Kesepakatan untuk bergerak bersama itu akhirnya bermuara pada pengumpulan dana yang jumlahnya tidak sedikit. Dengan semangat gotong royong, terkumpullah donasi sebesar satu miliar rupiah.
Penyaluran dan Harapan untuk Masa Depan
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, KNAI memilih menyalurkan dana tersebut melalui Garuda Nasionalis Indonesia, sebuah organisasi kemasyarakatan yang dikenal memiliki fokus dan program nyata dalam pembangunan pendidikan di kawasan timur.
Lebih dari sekadar aksi amal, langkah ini dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab sosial profesi dan kontribusi terhadap pembangunan bangsa. Pablo Benua menegaskan bahwa inisiatif ini selaras dengan visi pemerintah.
“Harapan kita, muncul lebih banyak organisasi profesi yang peduli. Bagi KNAI sendiri, donasi ini adalah wujud kontribusi kita kepada negara dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita Bapak Presiden, Prabowo Subyanto,” ucap Pablo menutup pembicaraan.
Aksi kolaboratif ini menunjukkan bagaimana keprihatinan yang tulus, yang bermula dari lingkup keluarga, dapat menginspirasi gerakan kolektif yang lebih besar di tingkat organisasi profesional untuk turut menanggung beban pembangunan nasional.
Artikel Terkait
Analisis: Faktor-Faktor Fundamental yang Memicu Penurunan Harga Emas
Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 700 Meter
Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus Jakarta Selatan
Jawa Barat Tata Kawasan Gedung Sate dan Gasibu untuk Atasi Macet Saat Unjuk Rasa