Gedung Sentral Senayan I Raih Sertifikasi Platinum untuk Bangunan Ramah Lingkungan

- Rabu, 15 April 2026 | 06:25 WIB
Gedung Sentral Senayan I Raih Sertifikasi Platinum untuk Bangunan Ramah Lingkungan

PARADAPOS.COM - Gedung perkantoran Sentral Senayan I di Jakarta resmi meraih sertifikasi Greenship Existing Building (EB) Platinum, penghargaan tertinggi untuk bangunan ramah lingkungan yang sudah beroperasi. Pengelola kawasan, PT Senayan Trikarya Sempana (STS), menginvestasikan dana hingga Rp20 miliar untuk memutakhirkan gedung berusia hampir tiga dekade ini, sehingga berhasil meraih skor penilaian sangat tinggi, 90 poin. Pencapaian ini menegaskan komitmen transformasi menara kantor tertua di kompleks Senayan Square menjadi pionir properti komersial berkelanjutan di ibu kota.

Investasi Besar untuk Efisiensi Masa Depan

Transformasi Sentral Senayan I menuju standar platinum bukanlah proses instan. Presiden Direktur PT Senayan Trikarya Sempana, Kazuhito Shibuya, mengungkapkan bahwa langkah ini memerlukan evaluasi mendalam dan alokasi dana yang signifikan. Mengingat usia bangunan yang telah berdiri sejak 1997, perusahaan secara sengaja melakukan audit menyeluruh untuk mencari celah perbaikan operasional.

Kazuhito Shibuya menjelaskan besaran investasi yang dikucurkan. "Total investasi untuk meningkatkan sistem kami seperti investasi ke pendingin ruangan yang ramah lingkungan, investasi terhadap solar panel itu kurang lebih Rp20 miliar," tuturnya dalam sebuah pertemuan di Plaza Senayan, Rabu (15/4/2026).

Fokus pada Penghematan Energi dan Teknologi Hijau

Sebagian besar investasi dialokasikan untuk mengejar efisiensi energi, yang menjadi kunci penilaian sertifikasi. Upaya paling strategis adalah optimasi sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) melalui pembaruan chiller dan Variable Air Volume (VAV). Teknologi baru ini berhasil menekan konsumsi energi untuk pendinginan lebih dari 12%, sebuah lompatan efisiensi yang cukup signifikan untuk bangunan sekelasnya.

Selain itu, STS melakukan transisi bertahap ke pencahayaan LED di seluruh area. Langkah ini tidak hanya mengurangi penggunaan listrik, tetapi juga menurunkan beban termal bangunan. Di sisi hulu, perusahaan gencar mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya atap (PLTS). Kapasitasnya terus ditingkatkan, dengan penambahan terbaru 300 kWp pada fase ketiga di April 2026, melengkapi fase sebelumnya yang totalnya mencapai 835 kWp.

Dampak Nyata dan Langkah Berikutnya

Dampak dari rangkaian modernisasi ini terukur dengan jelas. Dengan skor 90 poin, konsumsi energi operasional Sentral Senayan I kini jauh melampaui standar efisiensi. Data menunjukkan performa gedung ini berada jauh di bawah rata-rata konsumsi nasional gedung perkantoran, yang masih berkisar di angka 232 kWh/m² per tahun.

Komitmen keberlanjutan STS tidak berhenti di sertifikasi. Ke depan, perusahaan akan memfasilitasi para penyewanya untuk mengakses International Renewable Energy Certificates (I-REC) melalui kerja sama dengan The Kansai Electric Power Co., Inc. Inisiatif ini memungkinkan tenant turut serta dalam mendukung target nol emisi karbon.

Kazuhito Shibuya menutup penjelasannya dengan menekankan filosofi di balik transformasi ini. "Ini menara kantor pertama yang dibangun di kompleks ini, Sentral Senayan I yang telah menjalani evaluasi komprehensif untuk mengidentifikasi perbaikan yang akan membuat bangunan ini lebih ramah lingkungan," pungkasnya. Pernyataan itu menggarisbawahi bahwa keberlanjutan adalah sebuah perjalanan penyempurnaan berkelanjutan, bahkan untuk aset yang telah lama berdiri.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar