Pemerintah Tegaskan Haji 2026 Tetap Berjalan, Keselamatan 221 Ribu Jemaah Jadi Prioritas

- Rabu, 15 April 2026 | 11:50 WIB
Pemerintah Tegaskan Haji 2026 Tetap Berjalan, Keselamatan 221 Ribu Jemaah Jadi Prioritas

PARADAPOS.COM - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M sesuai jadwal, meski situasi geopolitik di Timur Tengah masih dinamis. Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus agar keselamatan lebih dari 221 ribu jemaah calon haji Indonesia menjadi prioritas utama dalam setiap perencanaan dan mitigasi risiko.

Keselamatan Jemaah Jadi Prinsip Utama

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/4/2026), Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf Hasyim mengungkapkan bahwa pemerintah terus memantau dengan cermat perkembangan di kawasan Timur Tengah. Pemantauan ketat ini menjadi dasar dalam menyusun berbagai skenario untuk memastikan ibadah dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Setiap langkah operasional, mulai dari keberangkatan, pelaksanaan di Tanah Suci, hingga kepulangan, dirancang dengan landasan perlindungan yang menyeluruh bagi jemaah.

Menteri Irfan menegaskan arahan langsung dari Presiden mengenai hal ini. "Eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah menjadi perhatian pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji. Presiden memerintahkan bahwa keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Sehingga, semua skenario penyelenggaraan ibadah haji dan rencana mitigasi risiko harus didasarkan pada prinsip tersebut," jelasnya.

Koordinasi Ketat untuk Keamanan Menyeluruh

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, pemerintah tidak bekerja sendiri. Telah dilakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah ini diambil untuk memetakan setiap titik dalam perjalanan ibadah dan mengantisipasi kemungkinan gangguan.

Irfan Hasyim memaparkan detail dari rencana pengamanan yang disusun. "Fokus pada keamanan jemaah di Arab Saudi, keamanan selama perjalanan dari Arab Saudi, serta keamanan logistik selama melaksanakan ibadah haji," tuturnya.

Berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan, pihaknya menyimpulkan bahwa penyelenggaraan haji dapat dilaksanakan sesuai rencana. "Dari hasil koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta otoritas Arab Saudi, penyelenggaraan ibadah haji tetap dilakukan sesuai jadwal," ungkapnya.

Jadwal dan Kuota Haji 2026

Secara teknis, kuota haji Indonesia untuk tahun 2026 telah ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah. Jumlah tersebut terbagi menjadi 203.320 jemaah pada kuota reguler dan 17.680 jemaah pada kuota khusus.

Rangkaian perjalanan ibadah akan dimulai dengan pemberangkatan kloter pertama pada 22 April 2026 menuju Kota Madinah. Proses penerbangan jemaah kemudian akan berlanjut hingga kloter terakhir yang diberangkatkan pada 21 Mei 2026. Puncak ibadah haji, yaitu hari wukuf di Arafah, diperkirakan jatuh pada tanggal 22 Mei 2026, dengan rangkaian inti ibadah seperti lempar jumrah dan tawaf ifadhah dilaksanakan sekitar 26 Mei 2026. Setelah itu, proses pemulangan jemaah ke tanah air akan dilakukan secara bertahap dari 1 Juni hingga 1 Juli 2026.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar