PARADAPOS.COM - TNI Angkatan Darat mengerahkan lebih dari 200 personelnya untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi helikopter Airbus H130 yang jatuh di hutan Sekadau, Kalimantan Barat. Upaya gabungan yang dipimpin Komandan Korem 121 ini berhasil menemukan lokasi kejadian, meski proses evakuasi sempat tertunda akibat medan terjal dan cuaca buruk. Helikopter dengan nomor registrasi PK-CFX itu mengangkut delapan orang saat hilang kontak dalam penerbangan antar lokasi kerja perusahaan pada Kamis (16/4/2026).
Operasi Gabungan di Medan Berat
Sebanyak 209 personel dari Kodam XII/Tanjungpura diterjunkan untuk mempercepat pencarian dan membantu tim SAR gabungan. Operasi di lapangan langsung dipimpin oleh Komandan Korem 121/Alambhana Wanawai, Brigadir Jenderal TNI Purnomosidi. Setelah menelusuri kawasan hutan yang sulit, tim berhasil menemukan titik jatuhnya pesawat.
Brigjen Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, menjelaskan langkah yang telah diambil. "Yang telah dilakukan personel sejauh ini, yakni mengamankan lokasi guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/4).
Evakuasi Tertunda, Dilanjutkan Esok Hari
Proses evakuasi tidak dapat dilanjutkan pada Kamis malam. Kombinasi medan yang berat dan kondisi cuaca yang memburuk memaksa tim untuk menghentikan sementara operasi. Rencananya, upaya evakuasi akan dilanjutkan pada hari Jumat dengan harapan kondisi lapangan lebih memungkinkan.
Tim pencari menemukan benda yang diduga helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX yang dikabarkan hilang kontak di daerah Sekadau (ANTARA/HO : Tim Pencari korban helikopter)
Kronologi dan Identitas Penumpang
Helikopter jenis Airbus H130 tipe H-130T2 tersebut mengangkut delapan orang. Mereka adalah Kapten Marindra W selaku pilot, Harun Arasyd sebagai kopilot, serta enam penumpang bernama Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Berdasarkan data kronologi, penerbangan itu berangkat dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada Kamis pagi pukul 07.34 WIB. Helikopter kemudian dilaporkan hilang kontak sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 08.39 WIB, dalam perjalanan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Kabupaten Kubu Raya.
Artikel Terkait
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Suap Proyek Kereta Api, Soroti Mantan Anggota DPR
Wali Kota Solo Dorong Sinergi Pemda dan Bank Daerah untuk Pembiayaan Pembangunan
Pertamina Mulai Produksi Komersial Bioavtur dari Jelantah Maret 2026
Remaja Ngawi Teliti dan Atasi Rendahnya Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah